Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menangkap dua pelaku eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur dengan inisial nama ON (14) di sebuah hotel di Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng). Kedua pelaku tersebut adalah A (61) yang merupakan bapak kandung dari korban dan seorang mucikari berinisial R (33).
"Pada hari Selasa (17/8) sekitar jam 22.05 WIB di kamar nomor 503 Hotel Walet Mas, R sebagai mucikari dan A adalah bapak kandung korban yaitu ON tertangkap tangan sedang melakukan eksploitasi terhadap anak di bawah umur yaitu ON," ujar Kasat Reskrim Polres Kapuas AKP Kristanto Situmeang kepada wartawan, Kamis (19/8).
Lebih lanjut dijelaskan, R berperan sebagai seorang mucikari menawarkan transaksi untuk berhubungan seksual melalui aplikasi WhatsApp. R sudah mematok harga Rp600 ribu untuk berhubungan seks dengan anak di bawah umur untuk 1 kali.
"Dengan cara R menawarkan jasa transaksi seksual melalui media sosial WhatsApp dengan tarif Rp600 ribu dalam satu kali berhubungan seksual dengan anak perempuan di bawah umur," ujarnya.
Baca juga : Tinggi, Angka Kematian Ibu Hamil akibat Covid-19 di Sumsel
Kemudian, A membawa korban dalam hal ini ON ke hotel yang telah disepakati sebagai tempat untuk melayani pemesan. Kristanto mengatakan uang Rp600 ribu itu akan dibagi-bagi dengan korban, A, dan R.
Adapun pembagian hasil tersebut untuk A sebagai bapak kandung mendapat keuntungan terbesar, yakni Rp425 ribu untuk satu kali transaksi. Lalu, Rp75 ribu diberikan ke R, dan sisanya Rp100 ribu untuk korban.
Hingga saat ini para pelaku sudah melakukan aksinya dalam 1 tahun terakhir. Akan tetapi aksi mereka 2 hari lalu berhasil digagalkan usai dijebak oleh polisi.
"Pemesan dari anggota kita untuk mancing," imbuhnya.
Dalam proses penangkapan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, uang tunai Rp550 ribu, 1 buah ponsel, 1 motor, dan sebuah kunci hotel dari kedua pelaku.
Para pelaku atas perbuatannya tersebut dijerat dengan Pasal 88 Undang-undang RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlidungan Anak. Keduanya terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp200 juta. (OL-2)
Hujan petir berpotensi terjadi di Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan. Selain itu, perlu diwaspadai udara kabur di Kalimantan Barat dan Papua Pegunungan
Douglas Soledo, jantan berusia 17 tahun, dan Robina, betina berusia 25 tahun telah melalui proses rehabilitasi panjang sebelum akhirnya dinyatakan siap kembali ke alam liar.
Fokus utama program ini adalah memutus rantai keterbatasan akses dengan menyediakan beasiswa prestasi dan pembiayaan studi profesi bagi para guru.
"Kami bukan menghadirkan cerita dari point of view (pov) korban makhluk mistis itu, melainkan kami angkat folklore sebagai akar dari Kuyang dengan emosi yang universal,"
MG resmikan dealer di Pontianak. Ini dealer kedua MG di Pulau Kalimantan sebagai perluasan layanan penjualan dan purnajual di Indonesia.
Kombinasi dinamika atmosfer ini menyebabkan potensi Hujan Sedang hingga Lebat. Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Dokumen pengadilan mengungkap petinggi Sony Pictures sebut karier Blake Lively "berakhir" akibat kontroversi film It Ends With Us.
Selain proses hukum yang tegas, Dadang juga mendesak penanganan komprehensif terhadap para terduga korban, termasuk penyediaan layanan pendampingan psikolog dan psikiater bila diperlukan.
Dokumen hukum terbaru mengungkap kemarahan Jenny Slate terhadap Justin Baldoni saat syuting It Ends With Us. Slate menyebut suasana syuting "menjijikkan".
Wali kota memerintahkan adanya audit terhadap sistem pengawasan fisik maupun non-fisik guna memastikan tidak ada lagi celah bagi tindakan menyimpang di lingkungan sekolah.
Korban yang sedang berdiri di dalam bus awalnya mengira cairan yang mengenai pakaian bagian belakangnya berasal dari pendingin udara (AC).
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.20 WIB saat kondisi bus cukup padat. Korban yang sedang berdiri awalnya tidak menyadari adanya tindakan pelecehan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved