Selasa 17 Agustus 2021, 16:30 WIB

Pemkot Tasikmalaya Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Platform Online

Kristiadi | Nusantara
Pemkot Tasikmalaya Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Platform Online

ANTARA
Ilustrasi menjual produk secara online.

 


PEMERINTAH Kota Tasikmalaya merealisasikan program pelatihan pemanfaatan pasar digital untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) menggunakan sistem jual beli produk secara elektronik atau online. Hal ini guna memberikan keuntungan bagi pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan, Kota Tasikmalaya, Firmansyah mengatakan, penyebaran virus korona yang telah terjadi di Indonesia, termasuk Kota Tasikmalaya, telah mengganggu kegiatan usaha industri UMKM dan berdampak cukup parah industri produk bukan makanan. Namun, pemerintah pusat dan pemerintah daerah berusaha mendorong pelaku usaha supaya mereka tetap bertahan dengan memanfaatkan pemasarannya secara daring.

"Di Kota Tasikmalaya selama ini ada 1.500 pelaku usaha melakukan pelatihan teknologi secara online dan mereka belajar supaya bisa mengirimkan produksinya keluar daerah. Akan tetapi, pemerintah daerah juga terus berupaya mendorong supaya para pelaku tersebut bisa semangat lagi meningkatkan perekonomian," katanya, Selasa (17/8/2021) di upacara Hari Kemerdekaan ke 76 di Bale Kota Tasikmalaya.

Firmansyah mengatakan, dampak penyebaran kasus Covid-19 yang terjadi di daerahnya telah membuat pelaku usaha kerajinan tangan dan produksi industri lainnya terpuruk. Tapi selama ini pemerintah daerah berupaya memberikan dorongan dan merealisasikan bantuan modal melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha.

"Pelatihan yang dilakukan kepada para pelaku di masa pandemi Covid-19 sekarang ini harus memanfaatkan teknologi digital secara online agar masyarakat mudah membacanya dengan memasarkan berbagai produk melalui media sosial seperti halnya WhatsApp, Instagram, Facebook. Karena, pelatihan bagi para pelaku usaha dilakukan dengan menjalin kerja sama mengandeng Tokopedia, Bukalapak," ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan pasar daring telah terbukti memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, salah satunya dibuktikan oleh pelaku usaha makanan yang mana mereka selama ini telah memasarkannya berupa oleh-oleh khas Tasik seperti halnya Tutug Oncom (TO), nasi cikur, es bojong, kupat tahu. Namun, sekarang mereka juga bisa memasarkan kerajinan lain agar masyarakat melihatnya.

"Kami berharap produk usaha lainnya selama pandemi Covid-19 ini lebih semangat terutama menampilkan foto-foto kerajinan tangan yang selama ini masih kurang dipasarkan melalui media sosial dan dengan adanya pelatihan ini agar masyarakat bisa mengetahui secara luas mulai bordir, payung geulis, alas kaki, kelom, tikar mendong dan batik, tikar," paparnya. (AD/OL-10)

Baca Juga

MI/Solmi

Geo Fun Rafting 2021 Siap Digelar di Geopark Merangin

👤Solmi 🕔Senin 29 November 2021, 11:50 WIB
KAWASAN Geopark Merangin yang tengah dipersiapkan sebagai situs warisan dunia oleh Unesco (Unesco Global...
MI/Moat

Capaian Target PAD Dinkes Sikka Turun, Alasannya Pandemi

👤Gabriel Langga 🕔Senin 29 November 2021, 11:20 WIB
PENDAPATAN Asli Daerah (PAD) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur tahun 2021 mengalami...
MI/Akhmad Safuan

Sepekan Banjir di Pekalongan Bikin Ribuan Pembatik Menganggur

👤Akhmad Safuan 🕔Senin 29 November 2021, 09:55 WIB
BANJIR lebih dari sepekan merendam Kota Pekalongan, Jawa tengah, mengakibatkan ribuan perajin dan usaha batik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya