Senin 09 Agustus 2021, 16:01 WIB

Polisi Solo Tangkap Tujuh Penganiaya Warga dan Anggota Polsek Serengan

Widjajadi | Nusantara
Polisi Solo Tangkap Tujuh Penganiaya Warga dan Anggota Polsek Serengan

MI/Widjajadi.
Wakapolresta Surakarta Ajun Komisaris Besar Gatot Yuliyanto saat konferensi pers di Mako I Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (9/8). 

 

TUJUH kawanan penganiaya ditangkap polisi. Mereka menganiaya warga dan seorang personel Polsek Serengan serta merusak mobil patroli di depan SMU Al Islam Surakarta.

"Kejadian penganiayaan terjadi pada 13 Juli lalu. Tujuh tersangka berhasil kami tangkap dan tiga DPO," ungkap Wakapolresta Surakarta Ajun Komisaris Besar Gatot Yuliyanto di Mako I Manahan, Senin (9/8). 

Menurut mantan Kapolres Brebes ini, penganiayaan dan perusakan bermula dari kasus kecelakaan antara mobil Nissan Livina dengan sepeda motor pada 13 Juli sekira pukul 11.45 WIB. Saat itu korban berinisial M, warga Makam Haji, Kartosuro, Sukoharjo, yang melihat kasus kecelakaan melakukan pemotretan. 

Namun aksi pemotretan dengan handphone itu dipergoki kawanan pemuda yang meminta menghapus foto-foto yang diambil. Permintaan itu tidak direspons M yang kemudian pergi. Ia pun dikejar sembari diteriaki jambret. "Sampai di depan Gedung Mawar, di kawasan Jalan Rajiman, korban berhasil dihentikan dan dipukuli, lalu di bawa ke depan SMA Al Islam, untuk kembali dianiaya," imbuh Gatot.

Saat itulah, petugas polisi berinsial B yang sedang lewat melihat dan berusaha melerai. Tapi yang terjadi, petugas Polsek Serengan itu ikut dipukuli dan bahkan mobil patroli ikut dirusak.

Kapolresta Kombes Ade Safri Simanjuntak bersama anggota sempat meluncur ke TKP setelah mendapatkan laporan aksi penganiayaan itu. Namun ternyata para pelaku pengeroyokan sudah kabur dari lokasi.

Namun kemudian, secara bergelombang, tujuh tersangka dapat dibekuk. Namun masih ada tiga tersangka buron (DPO) dan terus dalam perburuan untuk ditangkap.

Baca juga: ODGJ Jadi Sasaran Vaksinasi di Kebumen

"Ada 2 mobil dan 12 sepeda motor kami amankan dan sejumlah barang bukti lain, seperti pakaian saat melakukan penganiayaan. Mereka kami jerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara," pungkas Wakapolresta Gatot. 
(OL-14)

Baca Juga

ANTARA/Nova Wahyudi

Lagi, Dua Nisan Kuno Ditemukan di Palembang

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 20 Januari 2022, 20:49 WIB
MASYARAKAT Kota Palembang dihebohkan dengan adanya penemuan nisan kuno yang diduga merupakan peninggalan dari satu keluarga di abad...
Dok. UBS

Aksesoris Emas Axel Vitesse by UBS Gold Dipamerkan di Surabaya 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 20 Januari 2022, 19:48 WIB
Setiap sisi dan sudut dari aksesoris Axel Vinesse by UBS Gold dibuat melalui assembling dan finishing oleh artisan spesial yang memiliki...
MI/Apul Iskandar

BPODT Kebut Pembangunan Kawasan Wisata Danau Toba Kedepankan Kearifan Lokal

👤Apul Iskandar 🕔Kamis 20 Januari 2022, 19:28 WIB
BPODT hadir di tengah-tengah masyarakat kawasan Danau Toba adalah dalam rangka memberikan manfaat kepada masyarakat luas khususnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya