Senin 09 Agustus 2021, 13:13 WIB

Kelaparan, Ratusan Monyet Gunung Galunggung Serang Warung Makan

Kristiadi | Nusantara
Kelaparan, Ratusan Monyet Gunung Galunggung Serang Warung Makan

MI/Kristiadi.
Warga menyaksikan monyet yang kelaparan turun dari Gunung Galunggung.

 

PULUHAN pedagang di kawasan wisata Gunung Galunggung, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, resah dengan serangan ratusan monyet liar. Hewan tersebut masuk permukiman dan merusak warung pedagang dengan mengambil makanan.

Ratusan monyet turun dari kawasan Gunung Galunggung secara bergerombol dan membabi buta menyerang serta merusak pintu juga genting untuk mencari makanan. Namun, puluhan ekor lain menghabiskan makanan di dalam warung milik pedagang dengan mengacak-mengacak seisi ruangan.

Seorang pedagang di kawasan wisata Cipanas Gunung Galunggung, Undang Supriatna, 55, mengatakan, pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dilakukan pemerintah sudah satu bulan menyebabkan puluhan warung terpaksa ditutup. Namun, selama penutupan itu puluhan warung mengalami kerusakan disebabkan serangan monyet liar karena kelaparan mencari makan.

"Sudah satu bulan semua warung pedagang di kawasan Cipanas, Gunung Galunggung, harus tutup dan semua meninggalkan lokasi. Akan tetapi, selama PPKM baru diketahuinya ada puluhan warung milik pedagang rusak terutamanya bagian pintu, genting asbes, dan makanan yang berada di warung habis dimakan monyet liar dan seisi ruangan terlihat acak-acakan," katanya, Senin (9/8).

Ia mengatakan kondisi kurangnya pasokan makanan di atas puncak Gunung Galunggung menjadi penyebab hingga mereka turun untuk mencari makanan ke permukiman dan warung milik pedagang. Itu membuat pemilik warung harus mengalami kerugian jutaan rupiah atas kerusakan yang dilakukan oleh monyet liar tersebut.

"Para pedagang berhasil mengusir monyet liar dengan menembakkan senapan angin dan sebagian membawa bambu supaya monyet itu keluar dari warung. Makanan yang dimakan oleh monyet berupa mi instan dan makanan kecil. Kami berharap pemerintah membuka lokasi wisata agar tidak terjadi serangan monyet tersebut," ujarnya.

Baca juga: 1.500 Usaha Mikro di Temanggung Dapat Bantuan Modal

Cluster Manajer Objek Wisata Gunung Galunggung, Tasikmalaya, Dudung Suherli, mengatakan, selama PPKM darurat dan diperpanjang pada Level 2 untuk kawasan objek wisata Cipanas masih ditutup. Akan tetapi, selama ini kunjungan pun dilarang dan sangat berpengaruh pada pendapatan yang turun mencapai 50%. "Kejadian itu karena pasokan makanan yang biasanya didapat dari pengunjung sekarang tidak ada sehingga mereka turun secara bergerombol untuk mencari makanan," paparnya. (OL-14)

Baca Juga

DOK MAN 1 Kulon Progo

Ada Kecenderungan Penurunan Kreativitas Anak Sekolah

👤Siswantini Suryandari 🕔Jumat 03 Desember 2021, 11:41 WIB
OSIS di beberapa sekolah mengalami penurunan aktivitas dan...
MI/Adi Kristiadi

Minyak Goreng Sumbang Inflasi Terbesar di Priangan Timur

👤Adi Kristiadi 🕔Jumat 03 Desember 2021, 10:50 WIB
MINYAK goreng dan telur penyumbang inflasi terbesar di Priangan Timur pada November...
DOK BP BATAM

Gesa Implementasi Green Port, Kemenko Marves dan BP Batam Gelar Rakor Pengelolaan Limbah B3

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 10:43 WIB
Rakor ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi, pengendalian dan pengelolaan limbah B3 pada kegiatan perkapalan untuk mengakselerasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya