Jumat 30 Juli 2021, 08:50 WIB

Petani Jambu Mete Gagal Panen akibat Abu Vulkanik Gunung Sirung

Gabriel Langga | Nusantara
Petani Jambu Mete Gagal Panen akibat Abu Vulkanik Gunung Sirung

MI/Gabriel Langga
Jambu mete yang baru berbunga mengering dan berguguran terkena abu vulkanik Gunung Sirung, hasi panen jambu mete terancam gagal tahun ini,

 

PARA petani jambu mete yang berada di lereng Gunung Sirung Pulau Pantar, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur terancam gagal panen. Lahan pertanian mereka sekitar 30-an hektar yang baru berbunga terkena abu vulkanik erupsi gunung  berapi tersebut.

Camat Pantar Tengah Kabupaten Alor, NTT, Manoak Bolingsau, saat dihubungi mediaindonesia.com, (30/7) mengatakan, ada sekitar 30-an hektare jambu mete yang baru berbunga yang berada dua desa yang paling terdampak yakni Desa Mauta dan Desa Tude mengalami kerusakan total akibat abu vulkanik gunung Sirung.

"Ada sekitar 30-an hektar tanaman jambu mete yang dalam proses berbuah dan berbunga itu semua berguguran. Ada yang sudah kering akibat abu vulkanik dari gunung itu. Jambu mete merupakan hasil komoditi utama masyarakat setempat. Tentunya petani mete dipastikan tahun ini terancam gagal panen," ujar dia.

Dikatakan dia, ada tanaman lain juga mengalami kerusakan namun tidak seberapa. Justru tanaman jambu mete  yang merupakan komoditi andalan kedua desa tersebut yang mengalami kerusakan parah apalagi disaat jambu mete itu sedang berbunga.

Ia mengaku sudah turun ke lokasi dan untuk mendata seluruh tanaman warga yang terdampak akibat  abu vulkanik dari gunung Sirung. "Kita sudah turun dan mendata semua kerusakan tanaman perkebunan ini. Masalah ini saya sudah sampaikan ke Bupati Alor sehingga kedepannya ada bantuan," harap Camat Pantar .

Aktivitas gunung Sirung, jelas Camat, sudah terjadi pada 13 Juli 2021. Kemudian pada 21 Juli 2021, terjadi erupsi dengan mengeluarkan abu vulkanik yang melanda beberapa desa yang ada di Pulau Pantar ini. "Saat ini masyarakat tidak mengungsi. Masyarakat melakukan aktivitas seperti biasa. Hanya tanaman perkebunan dan pertanian milik mereka yang terdampak benar," ungkapnya.

Menurut dia, kebiasaan masyarakat di sana apabila terjadi erupsi gunung Sirung mengandalkan tanda-tanda alam. Untuk itu, ia meminta masyarakatnya tetap meningkatkan kewaspadaan. (OL-13)

Baca Juga: Jepang Laporkan Lebih dari 10.000 Kasus Covid-19 dalam Sehari

 

Baca Juga

MI/VICKY GUSTIAWAN

Lhoksumawe Kebut Vaksinasi Siswa 

👤Slamet Abdullah/Muklis Efendi 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 15:35 WIB
Kepala Bidang Tata Usaha Dinas Pendidikan Aceh Cabang Lhoksumawe, Jamaludin, mengatakan sudah hampir 4.000 siswa di Kota Lhoksumawe telah...
MI/Andri Widiyanto

Luhut Sebut Perpres 87/2021 Percepat Investasi di Jawa Barat

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 15:16 WIB
Sebab, perpres tersebut menginstruksikan seluruh jajaran untuk mendukung pembangunan di kawasan industri Rebana dan wilayah Jawa Barat...
DOK/POLRESTA PALANGKA RAYA

Cegah Pelanggaran Prokes, Polsek Pahandut Awasi Acara Pernikahan

👤Surya Sriyanti 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 15:10 WIB
  Pengawasan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran protokol...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya