Senin 26 Juli 2021, 15:50 WIB

Penjualan Ikan Laut di Purwokerto & Temanggung Turun 50% Saat PPKM

Tosiani | Nusantara
Penjualan Ikan Laut di Purwokerto & Temanggung Turun 50% Saat PPKM

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
ilustrasi ikan laut

 

PENJUALAN ikan laut di Purwokerto dan Temanggung, Jawa Tengah, anjlok hingga 50% sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) beberapa hari terakhir ini. Hal itu lantaran konsumen mengurangi pembelian dan sebagian masyarakat tidak berani datang ke pasar sebagai pusat keramaian.

Kalim, 35, salah seorang penjual ikan laut di Pasar Wage Purwokerto mengatakan pada kondisi normal ia mampu menjual rata-rata 2 kuintal ikan laut aneka jenis per dua hari. Saat ini penjualannya turun menjadi maksimal 1 kuintal per dua hari.

"Memang saya sengaja mengurangi pasokan yang biasanya 2 kuintal tiap dua hari sekali dari Pemalang. Namun belakangan pasokan ikan hanya 1 kuintal untuk semua jenis. Itu pun kadang dua hari belum habis," kata Kalim, Senin (26/7).

Kalim mengatakan, sejak Hari Raya Idul Adha beberapa waktu lalu ia memilih tidak berjualan. Karena kondisi pasar sepi dan konsumen berkurang drastis. Ia baru mulai berjualan sejak Sabtu (24/7). Itu pun masih sepi.

Baca juga:  Harga Ikan Laut di Palu Naik 100 Persen

Adapun terkait harga ikan laut, katanya, masih stabil. Antara lain harga udang di kisaran Rp70-80 ribu per kilogram (kg). Sedangkan harga cumi masih stabil Rp74 ribu per kg. Jenis ikan lainnya yang dijual antara lain kakap merah dan ikan kacang.

"Kalau naik harganya tentu tidak laku karena sekarang konsumen mengurangi pembelian. Misalnya mereka yang biasa membeli 1/2 hingga 1 kg kini hanya membeli 1/4 kg untuk satu jenis ikan," tuturnya.

Aji, 30, salah seorang penjual ikan di Pasar Temanggung mengatakan hal yang sama. Penjualannya juga turun drastis karena biasanya pasar ramai. Konsumen yang datang pun belakangan berkurang.

"Kemungkinan karena daya beli masyarakat sekarang menurun sehingga kebanyakan orang mengurangi pembelian juga," ungkapnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Meski Harus Menunggu Seharian, Air dari Ladang Uap Panas Bumi Selamatkan Warga Palue

👤Gabriel Langga 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 10:30 WIB
Wilayah Pulau Palue itu sama tidak memiliki sumber mata air sehingga air menjadi barang yang mahal karena Pulau Palue adalah daerah yang...
Medcom

Di DIY, Tinggal Kota Yogyakarta yang Penambahan Kasus Lebih Tinggi dari Jumlah Sembuh

👤Agus Utantoro 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 09:15 WIB
Tempat tidur di rumah sakit rujukan di DIY tercatat sebanyak 183 tempat tidur untuk kategori kritikal dan 1.477 tempat tidur...
MI/Denny Susanto

Sajian Kopi Lokal dan Hasil Bumi Pegunungan Meratus Warnai HUT Walhi

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 08:00 WIB
Penyajian panganan lokal dari hasil panen petani ini menunjukkan rakyat Kalsel mampu berdaulat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya