Jumat 09 Juli 2021, 09:15 WIB

UGM Tambah Layanan Perawatan Pasien Covid-19

Agus Utantoro/Ardi T Hardi | Nusantara
UGM Tambah Layanan Perawatan Pasien Covid-19

MI/Ardi T Hardi
Kampus UGM menambah layanan ratusan ruang isolasi bagi pasien covid-19 untuk warga DIY dan sekitarnya.

 

MENGHADAPI lonjakan penderita Covid-19 di Yogyakarta dan sekitarnya, UGM membuka layanan isolasi di Wisma Mardliyyah Islamic Center yang berkapasitas 136 kamar. Tempat ini didedikasikan untuk para penderita covid-19 dengan gejalan ringan.

Di tempat isolasi tersebut tersedia 200 bed, 136 set meja lipat dan kursi, 136 buah smart TV 32 inci, dan 136 kulkas.

UGM juga telah membantu menyiapkan pasokan oksigen di rumah sakit, khususnya RSUP Sardjito dan RSA UGM. Harapannya mulai minggu depan akan ada pasokan oksigen rutin yang dilakukan untuk memback up pasokan regular di rumah sakit tersebut.

"Pengiriman oksigen untuk rumah sakit serta membantu menyiapkan selter dan kelengkapannya ini merupakan kontribusi para mitra, alumni dan donatur," kata Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng, Jumat.

Menurut Rektor, shelter yang disiapkan tersebut dikelola layaknya rumah sakit dengan penyediaan tenaga kesehatan (nakes) dengan perawatan standar, penyediaan obat-obatan, maupun program yang bisa mempercepat penyembuhan penderita Covid-19 bergejala ringan.

Selain MIC, shelter yang disiapkan oleh UGM, yaitu asrama mahasiswa, Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Wanagama di Gunungkidul dan asrama Laboratorium Geologi di Bayat, Klaten. Menurut Rektor, Komisi Eksternal Majelis Wali Amanat UGM juga sangat berperan dalam penggalangan bantuan untuk penanganan kondisi darurat Covid-19 ini.

Sekretaris Rektor UGM, Gugup Kismono, Ph.D., menambahkan peran Satgas Covid-19 dalam mengoordinasikan kontribusi UGM itu yang harapannya akan mempermudah layanan, baik bagi warga UGM sendiri maupun masyarakat luas.

Cakupan layanan tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di daerah lain seperti Klaten. "Fasilitas asrama di Wanagama juga disiapkan kembali untuk isolasi maupun perawatan bagi penderita bergejala ringan untuk warga yang berdomisili di Gunungkidul. Asrama ini beberapa waktu lalu telah dimanfaatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk isolasi dan perawatan," imbuh Gugup.

Sebelumnya, UGM Residence yang mengelola 8 asrama dengan kapasitas 2.617 bed dan 1.399 kamar juga telah dipergunakan sebagai shelter penderita Covid-19.

Manajer Utama UGM Risedence, FX. Pri Joewo Guntoro, menyebutkan sejak Maret 2020 berbagai fasilitas dan SDM UGM Residence aktif membantu Satgas Covid-19 UGM, baik berupa infrastruktur maupun sosialisasi sebagai bagian dari pengelolaan PPKM Darurat saat ini.

"Khusus dua asrama mahasiswa UGM dengan total 495 bed, 19  persen dari apasitas totalnya telah digunakan untuk isolasi mandiri," kata Guntoro.

Menurut Guntoro, UGM Residence juga bekerja sama dengan Wisma Kagama menyediakan Rumah Singgah bagi tenaga kesehatan (nakes) dan dokter yang bertugas menangani Covid-19 dengan menyiapkan 31 kamar dengan 62 bed.
(OL-13)

Baca Juga: Ketua DPR Minta Kepala Daerah Terbuka Soal Data Covid-19

Baca Juga

Instagram

Keluarga Harap Jenazah DJ Indah Cleo Cepat Teridentifikasi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 28 Januari 2022, 09:45 WIB
DJ Indah Cleo merupakan salah satu 17 korban tewas dalam pembakaran Karaoke Double O di Kota Sorong, Papua Barat, 25 Januari...
MI/Agus Utantoro

BNNK Sleman Tangkap Pengecer Narkoba di Desa Bersih Narkoba

👤Agus Utantoro 🕔Jumat 28 Januari 2022, 09:17 WIB
BNN Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap pria berinisial TAU, warga Mlati, Sleman, karena kedapatan menyimpan puluhan...
dok.Ant

Kasus Covid-19 Kota Semarang dan Pekalongan Muncul Lagi

👤Akhmad Safuan 🕔Jumat 28 Januari 2022, 08:00 WIB
KASUS covid-19 Kota Semarang muncul lagi hingga capai 30 kasus dan Kota Pekalongan empat kasus baru, setelah cukup lama zero...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya