Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Dua Kampus Indonesia Masuk Daftar 30 Besar Sekolah Bisnis Ekonomi Syariah Dunia 2026

Basuki Eka Purnama
31/3/2026 09:46
Dua Kampus Indonesia Masuk Daftar 30 Besar Sekolah Bisnis Ekonomi Syariah Dunia 2026
Taman di FEB UI(ANTARA/ Dok FEB UI)

INDONESIA terus memperkuat posisinya dalam lanskap pendidikan ekonomi syariah global. Dalam laporan terbaru bertajuk Top 30 Business Schools of the Islamic Economy 2026 yang dirilis oleh DinarStandard dan SalaamGateway, dua universitas terkemuka Indonesia berhasil menembus jajaran elite dunia.

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menempati peringkat keempat global. 

Sementara itu, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) berada di posisi ke-14. 

Pencapaian ini mencerminkan fondasi akademik yang kuat serta kemampuan riset Indonesia yang kian berkembang dalam sektor keuangan syariah dan industri halal.

Pemeringkatan ini mengevaluasi institusi berdasarkan tiga kriteria utama: Kedalaman Kurikulum (45%), Kredibilitas Institusi (35%), dan Dukungan Ekosistem (20%). 

Selain UI dan UGM, laporan tersebut juga mencatat Tazkia University sebagai salah satu dari lima sekolah bisnis yang memiliki potensi besar dalam pengembangan program dan riset ekonomi syariah di masa depan.

Secara global, Malaysia mendominasi daftar dengan menempatkan sembilan institusi. International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF) berada di peringkat pertama dengan skor 86, disusul oleh Durham University Business School dari Inggris di posisi kedua, dan Universiti Malaya di peringkat ketiga.

Negara-negara Timur Tengah juga menunjukkan taringnya dengan menempatkan empat institusi dari Uni Emirat Arab (UEA) dan tiga dari Arab Saudi dalam daftar 30 besar. 

Meski kurikulum di kawasan Teluk dinilai belum seintegrasi Malaysia, UEA diunggulkan sebagai pusat talenta global, sementara Arab Saudi gencar berinvestasi memperkuat ekosistem pendidikannya melalui institusi seperti King Abdulaziz University.

CEO dan Managing Director DinarStandard, Rafi-uddin Shikoh, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi syariah—yang mencakup keuangan hingga produk gaya hidup halal—mendorong kebutuhan akan pendidikan tinggi yang relevan demi inovasi dan riset.

"Kami senang telah mengembangkan sumber daya sekolah bisnis terkemuka di bidang ekonomi syariah ini untuk menjawab kebutuhan tersebut. Ini juga menjadi referensi bagi institusi pendidikan untuk melakukan tolok ukur dan meningkatkan program ekonomi syariah mereka," ujar Rafiuddin Shikoh.

Laporan ini diharapkan menjadi panduan bagi institusi pendidikan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk terus melahirkan pemimpin masa depan yang mampu menggerakkan ekonomi syariah global. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya