Senin 05 Juli 2021, 14:38 WIB

Bantuan Sembako Disiapkan untuk Kaum Dhuafa dan yang Terdampak Pandemi

Yusuf Riaman | Nusantara
Bantuan Sembako Disiapkan untuk Kaum Dhuafa dan yang Terdampak Pandemi

MI/Yusuf Riaman
Bantuan sembako untuk kaum dhuafa.

 

PAKET bantuan sembako bagi masyarakat tidak mampu di Pulau Seribu Masjid, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai disalurkan sejak 1 Juli.

"Penyaluran bantuan sudah kami mulai dari Kota Mataram sejak Kamis lalu, dan akan terus dilaksanakan secara bergiliran di seluruh wilayah P. Lombok selama satu bulan ke depan,'' kata Hj. Dian HBK, Ketua Yayasan HBK Peduli Senin (5/7).

Sejak seminggu lalu, paket-paket sembako sudah berada di Posko HBK Peduli Jalan Kulintang. Paket sembako disalurkan kepada warga P. Lombok yang kurang mampu khususnya para fakir miskin, para dhuafa, orang yang sakit permanen, serta orang-orang yang hidup sendiri karena tidak memiliki keluarga lagi.
      
Menurut Hj. Dian, pada saat ini memang diarahkan untuk membantu warga P. Lombok yang kurang mampu di tengah pandemi yang belum pasti kapan akan berakhir. 

Baca Juga: Bantuan APD ke Sejumlah Ponpes di Kota Mataram
      
Di NTB sendiri, seperti yang dipublikasikan BPS, sekitar 455.560 orang penduduk usia kerja kehidupannya telah terdampak pandemi Covid-19. Sebanyak 35 ribu di antaranya adalah para pengangguran baru yang tadinya memiliki pekerjaan, tapi kini sudah dirumahkan. Sementara 378 ribu lainnya harus mengalami pengurangan jam kerja.
     
"Kami memahami banyak warga kita yang kini sedang menghadapi masa-masa sulit. HBK Peduli hadir untuk mereka-mereka yang hidupnya kian berat, kian sulit akibat serangan pandemi Covid-19,'' katanya.

Bantuan sembako ini didistribusikan melalui Posko2 Tim HBK Peduli yang tersebar di delapan titik di P. Lombok. Saat ini masih terus mengevaluasi dan merampungkan data2 masyarakat yang akan menerima bantuan sembako tersebut.
      
Bambang Kristiono, atau HBK pemilik Yayasan HBK Peduli yang juga anggota DPR RI Dapil NTB-2/P. Lombok menegaskan, saat ini, semua pihak memang harus saling menguatkan. Apalagi kini, Indonesia sedang memasuki gelombang kedua serangan pandemi Covid-19 dengan hadirnya varian baru (Delta) yang berasal dari India. 
      
Karena itu, bantuan sembako untuk masyarakat yang tidak mampu merupakan ikhtiar untuk setidaknya meringankan beban dan kesulitan yang harus dipikul masyarakat.
     
Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, gelombang kedua pandemi Covid-19 ini memang oleh banyak pihak dinilai lebih berbahaya, dan bahkan lebih mematikan. Karena tingkat penularannya yang sangat cepat, kemudian daya rusaknya juga yang lebih dahsyat. Dan sudah pasti, imbas dari serangan pandemi Covid19 gelombang kedua ini, masyarakat butuh bantuan sosial dan kesetiakawanan sosial dari warga yang lainnya.

''Kami ingin berkontribusi dengan menyiapkan bantuan sembako untuk saudara-saudara kami di P. Lombok ini,'' ujarnya.
     
HBK yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI menegaskan, di tengah kegelisahan masyarakat dalam menghadapi serangan pandemi Covid19, pihaknya mengajak semua pihak untuk bergerak bersama-sama membantu masyarakat yang nyata-nyata terkena dampak pandemi ini.
      
"Dalam situasi yang semakin sulit seperti sekarang ini, saatnya kita berempati kepada sesama, sekecil apapun yang kita berikan, in syaa Allah akan besar manfaatnya bagi setiap penerima,'' pungkas HBK. (YR/OL-10)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Mensos Dinilai tidak Memahami Etika Berinteraksi dengan Disabilitas

👤Bagus Suryo 🕔Kamis 02 Desember 2021, 20:00 WIB
Cara berkomunikasi dengan mereka pun bukan dengan memaksa bicara dan mendengar. Sebab, mereka memiliki bahasa sendiri, yakni bahasa...
 MI/ANDRI WIDIYANTO

Sumatra Utara Bentuk Tim Keamanan Siber Mulai 2022

👤Yoseph Pencawan 🕔Kamis 02 Desember 2021, 19:55 WIB
Keamanan siber telah menjadi salah satu isu penting di dunia sejak teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan dalam berbagai aspek...
MI/ALEXANDER P TAUM

Ratusan Bidang Tanah Aset Pemkab Lembata Ditengarai Bermasalah

👤Alexander P Taum 🕔Kamis 02 Desember 2021, 19:50 WIB
Dari total 494 lahan milik pemda, 327 telah disertifikasi, 167 lahan belum disertifikasi. Ada lahan sudah bersertifikat pun bermasalah....

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya