Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKET bantuan sembako bagi masyarakat tidak mampu di Pulau Seribu Masjid, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai disalurkan sejak 1 Juli.
"Penyaluran bantuan sudah kami mulai dari Kota Mataram sejak Kamis lalu, dan akan terus dilaksanakan secara bergiliran di seluruh wilayah P. Lombok selama satu bulan ke depan,'' kata Hj. Dian HBK, Ketua Yayasan HBK Peduli Senin (5/7).
Sejak seminggu lalu, paket-paket sembako sudah berada di Posko HBK Peduli Jalan Kulintang. Paket sembako disalurkan kepada warga P. Lombok yang kurang mampu khususnya para fakir miskin, para dhuafa, orang yang sakit permanen, serta orang-orang yang hidup sendiri karena tidak memiliki keluarga lagi.
Menurut Hj. Dian, pada saat ini memang diarahkan untuk membantu warga P. Lombok yang kurang mampu di tengah pandemi yang belum pasti kapan akan berakhir.
Baca Juga: Bantuan APD ke Sejumlah Ponpes di Kota Mataram
Di NTB sendiri, seperti yang dipublikasikan BPS, sekitar 455.560 orang penduduk usia kerja kehidupannya telah terdampak pandemi Covid-19. Sebanyak 35 ribu di antaranya adalah para pengangguran baru yang tadinya memiliki pekerjaan, tapi kini sudah dirumahkan. Sementara 378 ribu lainnya harus mengalami pengurangan jam kerja.
"Kami memahami banyak warga kita yang kini sedang menghadapi masa-masa sulit. HBK Peduli hadir untuk mereka-mereka yang hidupnya kian berat, kian sulit akibat serangan pandemi Covid-19,'' katanya.
Bantuan sembako ini didistribusikan melalui Posko2 Tim HBK Peduli yang tersebar di delapan titik di P. Lombok. Saat ini masih terus mengevaluasi dan merampungkan data2 masyarakat yang akan menerima bantuan sembako tersebut.
Bambang Kristiono, atau HBK pemilik Yayasan HBK Peduli yang juga anggota DPR RI Dapil NTB-2/P. Lombok menegaskan, saat ini, semua pihak memang harus saling menguatkan. Apalagi kini, Indonesia sedang memasuki gelombang kedua serangan pandemi Covid-19 dengan hadirnya varian baru (Delta) yang berasal dari India.
Karena itu, bantuan sembako untuk masyarakat yang tidak mampu merupakan ikhtiar untuk setidaknya meringankan beban dan kesulitan yang harus dipikul masyarakat.
Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, gelombang kedua pandemi Covid-19 ini memang oleh banyak pihak dinilai lebih berbahaya, dan bahkan lebih mematikan. Karena tingkat penularannya yang sangat cepat, kemudian daya rusaknya juga yang lebih dahsyat. Dan sudah pasti, imbas dari serangan pandemi Covid19 gelombang kedua ini, masyarakat butuh bantuan sosial dan kesetiakawanan sosial dari warga yang lainnya.
''Kami ingin berkontribusi dengan menyiapkan bantuan sembako untuk saudara-saudara kami di P. Lombok ini,'' ujarnya.
HBK yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI menegaskan, di tengah kegelisahan masyarakat dalam menghadapi serangan pandemi Covid19, pihaknya mengajak semua pihak untuk bergerak bersama-sama membantu masyarakat yang nyata-nyata terkena dampak pandemi ini.
"Dalam situasi yang semakin sulit seperti sekarang ini, saatnya kita berempati kepada sesama, sekecil apapun yang kita berikan, in syaa Allah akan besar manfaatnya bagi setiap penerima,'' pungkas HBK. (YR/OL-10)
Cek desil bansos 2026 secara online melalui website dan aplikasi Kemensos. Simak cara cek status penerima bansos dan penjelasan fungsi desil.
PEMERINTAH mengucurkan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp17,5 triliun menjelang Lebaran 2026.
Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama agar program bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran.
Pemerintah menyediakan dua kanal utama untuk cek penerima bansos Februari 2026 yang bisa diakses secara daring
PEMERINTAH menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bansos.
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved