Kamis 17 Juni 2021, 10:12 WIB

Bandung Raya Siaga 1 Covid, Menko Muhajir Minta Warga Disiplin Prokes

Atalya Puspa | Nusantara
Bandung Raya Siaga 1 Covid, Menko Muhajir Minta Warga Disiplin Prokes

dok.mi
Ilustrasi Covid-19

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah menetapkan status siaga satu waspada covid-19 untuk wilayah Bandung Raya. Hal itu menyusul lonjakan kasus aktif covid-19, terutama di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.

Berdasarkan pemetaan data covid-19 wilayah Bandung, total kasus terkonfirmasi per-15 Juni 2021 sebanyak 21.021 dengan kasus konfirmasi aktif 1.272, sembuh 19.382 dan meninggal 367. Sedangkan, suspect dipantau 2.248 dan kontak erat dipantau 972.

Menyikapi itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta masyarakat Jabar, khususnya yang berada di wilayah Bandung Raya, untuk lebih disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) 3M.

"Ini harus menjadi perhatian semuanya untuk selalu menjaga protokol kesehatan, menjaga daya tahan tubuh, terutama yang bekerja di luar. Taruhan kita saat ini hanya tinggal disiplin atau tidak. Kalau tidak disiplin perkembangan covid-19 akan tidak terkendali," pesan Muhajir dalam keterangan resmi, Kamis (17/6).

Apalagi, ungkap Menko PMK, Kementerian Kesehatan telah mengumumkan adanya varian baru covid-19 yang berasal dari India dan masuk ke Indonesia. Hal itu ditekankan agar dapat menjadi perhatian bersama dalam upaya mengantisipasi terjadinya penularan.

Muhadjir mengakui telah terjadi lonjakan kasus di beberapa daerah, terutama empat provinsi di Pulau Jawa termasuk salah satunya yaitu Jabar. Presiden pun meminta perhatian khusus, mengingat hal itu terjadi disinyalir dampak dari arus mudik lebaran lalu.

"Sebagian akibat arus balik mudik karena banyak sekali pemudik yang bandel dan kembali ke daerah asal membawa covid-19 kemudian menciptakan kluster keluarga. Ada juga kluster acara keluarga termasuk pesta pengantin dan kluster ziarah. Ini wilayah-wilayah yang sekarang menjadi pusat penyebaran covid-19 akibat kluster ziarah," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan akibat keteledoran dan ketidakpatuhan terhadap prokes dapat semakin mempersulit keadaan. Kasus Covid-19 di Jabar terutama wilayah Bandung Raya akan semakin tidak terkendali.

"Ini sebetulnya hikmah, kalau taat terkendali, kalau tidak taat ini adalah contohnya (kasus covid-19 melonjak). Jadi mau seganas apa jenis (virus)-nya, kuncinya disiplin," pungkasnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi masuknya wisatawan datang dari Jakarta ke Bandung Raya selama sepekan masa status siaga satu, Polda setempat sudah menyiapkan beberapa posko penyekatan di sejumlah titik lokasi tertentu.

"Titiknya di mana saja itu kewenangan ada di Pak Kapolda. Pemerintah sudah menginstruksikan untuk itu," tandas Kang Emil. (OL-13)

Baca Juga: Semua Pegawai Panti Jompo di Inggris Harus Divaksin Covid-19

Baca Juga

Ist

Sebanyak 77 Ribu Pelanggan di Babel Nikmati Stimulus Listrik

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 21:14 WIB
Sebanyak 77.055 pelanggan tersebut terdiri dari pelanggan rumah tangga subsidi daya 450 VA sebanyak 35.140 pelanggan dan rumah tangga...
dok/FMKI

Kaderisasi Nasional V FMKI, Kepala BMKG : Jadilah Pemimpin, bukan Bos

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 19:55 WIB
Seorang pemimpin harus visioner, mampu memberdayakan seluruh anggota...
 ANTARA/Seno

Pengamat Politik Menilai Tuduhan ke Moeldoko Harus Dilawan

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 19:50 WIB
Serangan yang dituduhkan kepada Moeldoko tersebut bukan lagi bernuansa hukum, karena tuduhannya diumbar di ruang publik tanpa menyajikan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya