Rabu 16 Juni 2021, 22:06 WIB

BMKG: Gempa Maluku Tengah Terjadi 16 Kali Gempa Susulan

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
BMKG: Gempa Maluku Tengah Terjadi 16 Kali Gempa Susulan

dok.MI
Ilustrasi

 

GEMPA yang mengguncang Maluku Tengah dan sekitarnya memiliki magnitudo update M6,0 terjadi pada hari Rabu, (16/6) sekira pukul 11.43 WIB. Dimana episenter gempa ini terletak di laut pada jarak 69 km arah tenggara Kota Masohi, Maluku Tengah, dengan kedalaman hiposenter 19 km.

"Hingga petang pukul 16.00 WIB, hasil monitoring BMKG telah terjadinya 16 gempabumi susulan atau aftershock dengan magnitudo berkisar antara 1,9 - 3,7," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono kepada Media Indonesia Rabu (16/6).

Menurutnya, gempa yang terjadi ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktifitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Zona Sesar Kawa.

Sehingga hasil analisis mekanisme sumber gempa ini menunjukkan mekanisme pergerakan sesar turun atau normal fault.

Selanjutnya guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Tehoru, Masohi, Bula, Kairatu, Saparua, Wahai dalam skala intensitas III-IV MMI. Sedangkan di Pulau Ambon guncangan dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI.

"Gempa menyebabkan dampak kerusakan ringan pada beberapa bangunan di Kecamatan Tehoru, seperti kerusakan pagar Gereja Sounulu di Kecamatan Tehoru dan beberapa rumah warga mengalami retak," sebutnya.

Baca juga : Update Gempa Maluku, BNPB Terus Monitor Dampak Gempa M 6,1

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun demikian berdasarkan hasil observasi tinggi muka air laut menunjukkan ada kenaikan dan terjadi tsunami kecil yang diduga kuat berkaitan longsoran bawah laut yang dipicu gempa. "Sehingga dapat kita saksikan beberapa rekaman adanya tsunami kecil yang melanda pantai," ujarnya.

Namun demikian, kejadian tsunami kecil ini terekam di Stasiun Tide Gauge Tehoru yang diperasikan oleh BIG dengan ketinggian maksimum sekitar 50 cm pada pukul 11.47 WIB (4 menit setelah gempa). Kejadian tsunami kecil juga terekam di Stasiun Tide Gauge Banda (BIG) dengan ketinggian maksimum 7 cm pada pukul 12.02 WIB (19 menit setelah gempa).

Diketahui wilayah selatan seram merupakan kawasan rawan gempa dan tsunami. Sebelumnya, di wilayah ini sudah terjadi gempa dan tsunami destruktif, seperti, Gempa dan Tsunami Ambon-Seram 1674 menyebabkan 2.243 orang meninggal, Gempa dan Tsunami Elpaputih 1899 menyebabkan 4.000 orang meninggal, Gempa dan Tsunami merusak di Ambon 1950, Gempa Ambon 2019 memyebabkan 31 orang meninggal.

Sedangkan di Indonesia tsunami yang dipicu longsoran sudah terjadi beberapa kali, seperti Tsunami Selat Sunda 1883, Tsunami Elpaputih 1899, Tsunami Lembata 1979, Tsunami Flores 1992, Tsunami Palu 2018, Tsunami Selat Sunda 2018 dan lain-lain. (OL-2)

 

Baca Juga

DOK Sinar Mas Land.

Karawang International Industrial City Kembangkan Program CSR untuk Masyarakat

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Juli 2021, 13:23 WIB
Penyerahan hewan kurban didistribusikan ke sejumlah desa yaitu Margamulya, Margakaya, Wadas, Sukaluyu, Sirnabaya, Puseurjaya, dan...
MI/Apul Iskandar

Tebing Tinggi Raih Penghargaan Kota Layak Anak Kategori Madya 

👤Apul Iskandar 🕔Jumat 30 Juli 2021, 12:12 WIB
Wali Kota Tebing Tinggi  Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan ucapan terimakasih atas capaian yang diraih dengan tetap bersinergi dan...
Antara

Kalsel Percepat Penyaluran Bantuan Beras PPKM

👤Denny Susanto A 🕔Jumat 30 Juli 2021, 11:50 WIB
PENJABAT Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA meminta kepada Perum Bulog dan PT Pos Indonesia untuk mempercepat penyaluran bantuan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya