Rabu 16 Juni 2021, 21:58 WIB

Update Gempa Maluku, BNPB Terus Monitor Dampak Gempa M 6,1

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Update Gempa Maluku, BNPB Terus Monitor Dampak Gempa M 6,1

Ilustrasi
Gempa

 

BADAN Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) terus memonitor situasi terkini pasca gempa Magnitudo (M) 6,1 yang terjadi di Kepulauan Maluku. BNPB memonitor laporan sementara kejadian gempa dari beberapa wilayah, seperti Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat dan Kota Ambon.

Dilaporkan di Desa Yaputi, Kabupaten Maluku Tengah telah terjadi kerusakan pada dinding penahan tanah (talud) pantai, dan air laut sempat terlihat surut. Sementara di Desa Saunolu terdapat kerusakan pada permukiman masyarakat dan di Desa Mahu terdapat patahan.

Hingga berita ini dirilis belum ada laporan korban jiwa akibat gempabumi tersebut, namun masyarakat telah melakukan evakuasi mandiri dengan mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.

Baca juga : Kasus Covid-19 Melonjak, Perusahaan Diminta Utamakan Keselamatan Pekerja

Masyarakat selalu diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi bahaya gempabumi maupun potensi tsunami, tetap pantau informasi yang dapat dipercaya dan tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Seperti diketahui, gempa dengan magnitudo (M)6,1 mengakibatan guncangan kuat yang dirasakan warga di kepulauan Maluku. Gempa terjadi pada Rabu siang (16/6), pukul 11.43 WIB. BNPB menerima laporan dari beberapa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait adanya gempa tersebut.

Tercatat BPBD Kabupaten Maluku Tengah, Pusdalops Kota Ambon, BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat, BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur, dan BPBD Provinsi Maluku sama-sama melaporkan warganya merasakan guncangan kuat dengan durasi guncangan yang bervariasi.

Hingga hari Rabu, (16/6) pukul 13.35 WIB, pasca Gempa Maluku Tengah hasil monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah terjadi setidaknya 13 (tiga belas) gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 3,5.

BMKG juga mengimbau agar waspada terhadap gempa susulan dan potensi tsunami akibat longsor ke atau di bawah laut bagi masyarakat di sepanjang Pantai Japutih sampai Pantau Apiahu Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Seram, Maluku. Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati melalui keterangan tertulisnya.

"Segera menjauhi pantai menuju tempat tinggi," sebutnya .

BMKG menginformasikan gempa dengan magnitudo (M) 6,1 tersebut tidak memicu terjadinya tsunami. Namun kemudian BMKG memperbaharui keterangannya akan adanya potensi tsunami bukan dari gempanya namun akibat longsoran di bawah laut. Berdasarkan hasil observasi muka laut sta TEHORU menunjukkan ada kenaikan muka air laut setinggi 0,5 meter. Hal ini diperkirakan akibat dari longsoran bawah laut.(OL-2)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Perkara Gowes Wali Kota Malang Diserahkan Ke Polisi

👤Bagus Suryo 🕔Senin 20 September 2021, 18:25 WIB
FORUM Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyerahkan perkara gowes Wali Kota...
Antara/Raisan Alfarisi.

Flyover Patih Galung Prabumulih Ditarget Selesai November 2022

👤Dwi Apriani 🕔Senin 20 September 2021, 18:19 WIB
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah memulai pembangunan jalan layang (flyover) di Kelurahan Patih Galung, Prabumulih,...
ANTARA

Hujan Deras Sebabkan Ambruknya Bangunan Di Cianjur

👤Benny Bastiandy/Budi Kansil 🕔Senin 20 September 2021, 18:14 WIB
BANGUNAN tembok atau benteng di Kampung Cigedogang Tengah RT 05/01, Desa Mekarmulya, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bendungan Rakyat

\PEMERINTAH berkomitmen meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Tanah Air.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya