Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
JEMAAH Calon Haji (JCH) di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, tidak ada yang menarik kembali uang pelunasan pendaftaran. Meski keberangkatan jemaah pada tahun 2021 ini dibatalkal karena pandemi Covid-19. Tapi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) mereka tatap utuh sebagaimana jumlah saat pelunasan.
Mereka tidak mengambil lagi ONH yang telah dibayar lunas tersebut. Hanya saja mengharap kalau sekarang harus tertunda, tapi untuk tahun depan Insya Allah terbang menjadi tamu Allah di Tanah Suci.
"Belum ada yang menarik atau menyatakan ingin menarik uang pelunasan sekitar Rp6 juta itu. Walaupun keberangkatan tahun ini tidak jadi, namun antusias calon jemaah cukup tinggi untuk menunaikan rukun Islam ke-5 ini. Rela menyetor lebih awal dan bersedia antre bertahun-tahun demi menggapai porsi keberangkatan," kata Abdullah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kan Kemenag) Kabupaten Pidie, Selasa (15/6).
Baca Juga: Positif Covid-19, Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Dirawat
Dikatakan Abdullah, pihaknya selalu menyampaikan kepada masyarakat setiap ada informasi terbaru terkait pelaksanaan ibadah haji. Lalu berusaha sebaik mungkin dalam rangka melayani calon jemaah serta melakukan bimbingan untuk kesempurnaan beribadah guna mencapai haji yang mabrur.
Menurutnya, porsi jemaah calon haji untuk Kabupaten Pidie tahun ini sebanyak 363 orang. Sedangkan ketetapan Ongkos Naik Haji (ONH) sebesar sekitar Rp31 juta. Adapun uang pendaftaran untuk memperoleh nomor urut antrean Rp25 juta.
Setelah menyetor Rp25 juta baru mendapat nomor antrean. Lalu setelah ada porsi keberangkatan baru dipersilahkan menyetor lunas sekitar Rp6 juta lagi. Itu untuk melunasi jumlah ONH yang jumlahnya sekitar Rp31 juta.
"Mungkin tertunda kepergian tahun ini menjadi hikmah. Mudah mudahan Allah selalu mengabulkan doa hambanya yang saleh," tutur Abdullah. (MI/OL-10)
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat Aceh mengalami sedikitnya 11 kali gempa bumi, Rabu (31/12).
Gempa bumi tektonik Magnitudo 3,9 mengguncang Gayo Lues, Aceh, Kamis malam. BMKG menyebut gempa dipicu aktivitas Sesar Besar Sumatra.
Dampak guncangan dirasakan luas mulai dari Simeulue dengan skala IV MMI hingga sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara.
Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intraslab).
Gempa berkekuatan skala menengah itu dideteksi mengguncang beberapa saat dengan skala intensitas II-III MMI.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik.
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved