Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang terus mengguyur kawasan pegunungan Meratus, belakangan ini, menyebabkan sungai-sungai besar di wilayah tersebut kembali meluap dan mengancam sejumlah desa di wilayah hilir.
Tim ekspedisi Meratus, yang masih berada di wilayah Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, melaporkan luapan sungai dari bagian hulu Meratus telah menyebabkan sejumlah jembatan darurat yang dibangun warga pascabanjir kembali rusak dan terputus.
Warga yang berlokasi di daerah rawan banjir seperti Desa Alat, Desa Hantakan, Bulayak, Waki, dan lainnya khawatir bencana banjir besar yang terjadi pada awal Januari 2021 lalu bisa kembali terulang.
Baca juga: Sopir Mabuk Seruduk Trotoar Enam Penumpangnya Terluka
"Sungai kembali meluap dan jembatan penghubung antardesa terputus," tutur Sahrani, pengurus Posko Meratus, Selasa (25/5).
Pada bagian lain, Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, yang datang ke Kalimantan Selatan menyampaikan dua teori tentang terjadinya banjir besar di Kalsel, beberapa waktu lalu.
Teori pertama adalah banjir terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung cukup lama. Sehingga daerah aliran Sungai Barito tidak mampu menampung debit air dan meluap.
Teori kedua disampaikan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang menyebut deportasi atau pengurangan luasan hutan dan alih fungsi hutan yang cukup signifikan dalam 10 tahun terakhir menjadi penyebab banjir. Kedua teori itu menjadi polemik di media massa dan ruang publik.
Menurut La Nyalla, kedua pendapat itu benar karena sama-sama menyajikan data. Hal ini diungkapkannya saat menghadiri jamuan ramah tamah dan makan malam bersama PJ Gubernur beserta Forkompida dan Kepala Daerah Kabupaten/Kota se Kalsel, di Mahligai Pancasila, Banjarmasin.
"Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup menunjukkan data anomali cuaca akibat fenomena alam La Nina dan tingkat curah hujan yang tinggi. Sementara LAPAN menunjukkan data perbandingan hutan Kalsel dari setelit," bebernya. (OL-1)
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
MENTERI Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, meninjau jalur kereta api yang kembali terendam banjir di rute Stasiun Pekalongan hingga Sragi, Jawa Tengah, Rabu (21/1).
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
MENTERI Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan-Sragi, Jawa Tengah, yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu (21/1).
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter BK 117-D3 di kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan.
Seluruh jenazah korban Helikopter Tipe BK117-D3 diperkirakan akan tiba di RS Bayangkara Banjarmasin pada Kamis (4/9) malam, untuk diidentifikasi.
TIM Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan memperluas lokasi operasi pencarian helikopter BK 117-D3 yang diperkirakan jatuh di kawasan hutan Pegunungan Meratus.
Helikopter bernomor seri BK 117-D3 mengalami hilang kontak dengan perkiraan lokasi berada di kawasan hutan Pegunungan Meratus, Senin (1/9), sekitar pukul 12.00 Wita.
Kawasan hutan lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan seluas 119 ribu hektare akan ditetapkan sebagai Taman Nasional Pegunungan Meratus.
MASYARAKAT adat di pegunungan Meratus, Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan penolakan terhadap kebijakan perdagangan karbon yang dikampanyekan pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved