Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Harga Buah Pinang Naik, Petani di Aceh Gembira

Amiruddin Abdullah Reubee
22/5/2021 14:20
 Harga Buah Pinang Naik, Petani di Aceh Gembira
Seorang petani sedang menjemur pinang di kawasan Kecamatan Geulumpang Minyeuk, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh(Mi/Amiruddin Abdullah Reubee)

PETANI buah pinang di Provinsi Aceh gembira karena dalam sebulan terakhir, harga biji pinang cukup menjanjikan. Harga biji pinang kering di Kabupaten Bireuen sekarang dijual Rp20 ribu per kg atau naik Rp2.000 dari harga sebelumnya Rp18 ribu per kg.

Pengusaha pengumpul pinang di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Husaini MY mengatakan semakin membaiknya harga biji pinang itu menjadi cambuk positif tehadap petani Aceh.

"Petani semakin termotivasi menghiraukan kebun yang sebelumnya sempat terbiarkan ditumbuhi hutan semak," kata Husaini, Sabtu (22/5).

Menurutnya tingginya harga pinang  Rp20.000 per kg menjadi catatan paling berharga terhadap petani dalam negeri. Pasalnya ketika Indonesia dilanda krisis moneter pada tahun 2008 harga pinang hanya bergerak pada level Rp18.000 per kg.

Naun dahulu petani pinang tetap diuntungkan dengan harga jual Rp18 ribu per kg karena bahan kebutuhan pokok tidak semahal sekarang.

"Petani menjual pinang bisa membangun rumah dan membeli motor saat itu.
Jadi petani di Aceh saat krisis moneter waktu itu banyak menikmati hikmah karena hasil bumi pertanian mereka naik" tutur Husaini.

Harapannya petani lebih meningkatkan kualitas hasil produksi pinang. Karena mutu sangat berkaitan dengan harga dan permintaan pasar. Bukan saja mengejar jumlah produksi, tapi mutu dan kwalitas tidak boleh terabaikan sama sekali.

"Insya Allah harganya selalu berpihak kepada petani pada posisi dapat menguntungkan pedagang atau eksportir. Tapi ini juga tergantung dari
kontrol pemerintah terhadap pasar dalam negeri" kata Husaini MY yang juga pengurus Forum Kakao Aceh.

baca juga: Aceh

Sedangkan Zakaria, petani pinang di Kecamatan Geulumpang Minyeuk Kabupaten Pidie, mengatakan hasil paben pinang kali ini sangat menjanjikan petani setempat. Mereka yang sebelumnya tampak lesu, sekarang semakin rajin pergi ke kebun. Bahkan mereka termotivasi melakukan peremajaan kebun pinang yang telah usang.

"Kesungguhan petani tertumpu pada harga dan permintaan pasar. Kalau pasar tidak berulah, kepercayaan petani cukup tinggi terhadap pengusaha pinang," ujar Zalfikar Yakop, tokoh masyarakat tani di Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie. (N-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya