Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur wilayah Provinsi Aceh beberapa hari terakhir, menyebabkan banjir di sejumlah tempat. Hingg kini tercatat ada tujuh kabupaten yang terlanda bencana banjir.
Dari pantauan Media Indonesia, pada akhir pekan lalu, fenomena alam hujan deras itu mengguyur kawasan Kecamatan Tangse dan Geumpang Kabupaten Pidie. Imbas dari fenomena di dataran tinggi Kabupaten Pidie itu langsung mengundang terjadi banjir kiriman ke wilayah hilir di kawasan Teunom Kabupaten Aceh Jaya dan Meulaboh Aceh Barat.
Sehingga puluhan rumah penduduk di Kecamatan Teunom terendam sekitar 30 cm hingga 50 cm. Ativitas mereka dalam rangka menyambut awal lebaran sempat terganggu. Apalagi ada sebagian lokasi yang tergenang badan jalan dan
terganggu arus lalu lintas.
Setelah merendam Aceh Jaya dan Aceh Barat, sejak tiga hari terakhir guyuran hujan lebat serta banjir meluas ke Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Singkil, dan kepulauan Simeulue Kabupaten Simeulue. Ratusan rumah warga terendam dan badan jalan amblas ke jurang.
Di Kabupaten Nagan Raya misalnya, enam desa dalam kawasan Kecamatan Tripa Makmur, tergenang banjir setelah terjadi luapan Sungai Krueng Lamie.
Ratusan rumah warga terendam setinggi berkisar 30 cm hingga 50 cm.
Aktivitas warga sejak Minggu (16/5) hingga Senin tergaggu. Bahkan tradisi lebaran mengunjungi sanak keluarga juga tidak dapat dilakukan akibat badan
jalan antar desa tergensng air.
Enam lokasi yang terdampak banjir di Nagan Raya adalah Desa Panton Pange, Ujoeng Kareueng, Neubok Yee PP, Lueng Kebeue Jagat dan Neubok Yee PK. Satu lagi lokasi terendam di Kecamatan Tripa Makmur yaitu Mon Dua. Warga berharap fenomena alam telah mengusik suasana lebaran ini segera berlalu.
"Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada kami dan banjir di tengah kebaran ini segera berlalu" tutur Junaidi, tokoh masyarakat Tripa Makmur, Selasa (18/5).
Haslinda Juwita, petugas pusat pengedalian data dan informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi serta melakukan pendataan bersama instansi terkait di jajaran Pemkab Nagan Raya. Selain merespon kondisi lapangsn juga mengutamakan keselamatan warga.
Walaupun kondisi air sudah mulai surut, warga tetap harus siaga bila terjadi banjir susulan. Apalagi Sungai Krueng Lamie sering banjir kala hujan mengguyur. Lalu tergolong arusnya sangat deras dan ganas. (OL-13)
Baca Juga: Pemkab Garut Siaga 1 Penanganan Covid-19
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved