Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEKATAN berlapis yang dilakukan petugas untuk menghalau pemudik berbuah manis. Ratusan kendaraan dari arah Bandung melalui Garut menuju Tasikmalaya yang lolos dalam pos penyekatan di Cileunyi, terpaksa harus putar balik di Jalur selatan tepatnya di Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (6/5).
Kepadatan arus kendaraan terjadi di pos penyekatan dan beberapa orang pemudik ditemukan sembunyi dalam mobil box.
Pantauan di lokasi arus mudik dari arah Garut terus bermuculan ke arah Tasikmalaya. Para perantau memaksakan diri untuk pulang kampung (mudik) dengan berbagai cara, seperti sembunyi di dalam kendaraan box.
Modus seperti itu ditemukan di pos penyekatan di Tasikmalaya. Hingga sore hari pukul 16.00 WIB telah menjaring empat mobil box membawa miras dan orang (pemudik) disuruh putar balik.
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan mengatakan, penyekatan larangan mudik yang dilakukan di Gentong atas jumlah kendaraan yang diputar balikan cukup banyak. Tercatat 210 unit kendaraan pribadi, 230 unit motor, 20 travel. Kendaraan tersebut, tidak mengantongi dokumen resmi dan persyaratan lainnya berupa surat bebas hasil swab antigen dan swab PCR.
"Ratusan kendaraan yang nekat mudik paling banyak dilakukan pada malam hari. Mereka lolos di penyekatan Cileunyi, tetapi diputar balik di Gentong. Karena, semua tidak mengantongi dokumen persyaratan terpaksa di putar balik ke arah Bandung dan alasannya ingin pulang kampung tanpa ada surat-surat," kata Kapolres Doni, Kamis (6/5/2021).
Ia mengatakan, penyekatan di jalur Gentong ini sebagai titik pertama perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Di pos ini ada personil gabungan Polsek, Sabhara, Lalu Lintas dan dibantu TNI. Di pos lainnya, seperti di pos penyekatan mulai perbatasan Kota dan Tasikmalaya tepatnya Indihiang, Batunungku, Mangkubumi-Indihiang (Mangin), Karangresik, terminal Awipari dan Urug Kawalu dilakukan dengan ketat.
Kendaraan yang terjaring dalam penyekatan di Pos Gentong yakni nopol D 8654 EB membawa 3.240 botol tujuan Pasar Pancasila, L 300 nopol D 8701 ER yang berisi 720 botol berbagai jenis tujuan Pasar Pancasila, truk box ditemukan 7.512 botol tujuan Kabupaten Pangandaran dan L300 membawa 1.000 botol berbagai jenis. Sopir beserta kendarannya ditahan di Mapolres Tasikmlaya.
"Untuk kendaraan yang membawa para pemudik yang nekat pulang malam, kami suruh balik. Mereka berasal dari Jakarta, Tanggerang dan Bekasi," tandas Doni. (OL-13)
Baca Juga: Jika Nekat Mudik, ASN Pemprov Jatim Bakal Dipecat
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
BNPB memprediksi cuaca di Indonesia didominasi hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang selama mudik Lebaran.
KALANGAN aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Cianjur, Jawa Barat, dilarang menggunakan fasilitas kendaraan dinas untuk keperluan mudik pada Idulfitri 1443 Hijriyah.
Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun mengaku, saat ini harga Tanda Buah Segar (TBS) milik petani sawit sudah anjlok ke Rp1000 akibat kebijakan larangan ekspor.
Budi menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengawasan terhadap operasi angkutan bus maupun travel gelap.
Meski pemerintah sudah mengizinkan diharapkan masyarakat tidak terlalu bereforia mengingat pandemi ini belum usai.
Untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga penyebaran covid-19.
"Kami minta masyarakat bersabar dan tidak mudik Iduladha tahun ini. Lindungi diri, keluarga dan orang di sekitar kita dari bahaya covid-19,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved