Kamis 06 Mei 2021, 22:01 WIB

Lolos Di Cileunyi, Ratusan Kendaraan Pemudik Tersekat Di Gentong

Adi Kristiadi | Nusantara
Lolos Di Cileunyi, Ratusan Kendaraan Pemudik Tersekat Di Gentong

MI/Adi Kristiadi
Ratusan kendaraan pemudik di Jalur Gentong, KecamatanKadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, diputarbalikan oleh petugas gabungan.

 

PENYEKATAN berlapis yang dilakukan petugas untuk menghalau pemudik berbuah manis. Ratusan kendaraan dari arah Bandung melalui Garut menuju Tasikmalaya yang lolos dalam pos penyekatan di Cileunyi, terpaksa harus putar balik di Jalur selatan tepatnya di Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (6/5).

Kepadatan arus kendaraan terjadi di pos penyekatan dan beberapa orang pemudik ditemukan sembunyi dalam mobil box.

Pantauan di lokasi arus mudik dari arah Garut terus bermuculan ke arah Tasikmalaya. Para perantau memaksakan diri untuk pulang kampung (mudik) dengan berbagai cara, seperti sembunyi di dalam kendaraan box.

Modus seperti itu ditemukan di pos penyekatan di Tasikmalaya. Hingga sore hari pukul 16.00 WIB telah menjaring empat mobil box membawa miras dan orang (pemudik) disuruh putar balik.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan mengatakan, penyekatan larangan mudik yang dilakukan di Gentong atas jumlah kendaraan yang diputar balikan cukup banyak. Tercatat 210 unit kendaraan pribadi, 230 unit motor, 20 travel. Kendaraan tersebut, tidak mengantongi dokumen resmi dan persyaratan lainnya berupa surat bebas hasil swab antigen dan swab PCR.

"Ratusan kendaraan yang nekat mudik paling banyak dilakukan pada malam hari. Mereka lolos di penyekatan Cileunyi, tetapi diputar balik di Gentong. Karena, semua tidak mengantongi dokumen persyaratan terpaksa di putar balik ke arah Bandung dan alasannya ingin pulang kampung tanpa ada surat-surat," kata Kapolres Doni, Kamis (6/5/2021).

Ia mengatakan, penyekatan di jalur Gentong ini sebagai titik pertama perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Di pos ini ada personil gabungan Polsek, Sabhara, Lalu Lintas dan dibantu TNI. Di pos lainnya, seperti di pos penyekatan mulai perbatasan Kota dan Tasikmalaya tepatnya Indihiang, Batunungku, Mangkubumi-Indihiang (Mangin), Karangresik, terminal Awipari dan Urug Kawalu dilakukan dengan ketat.

Kendaraan yang terjaring dalam penyekatan di Pos Gentong yakni nopol D 8654 EB membawa 3.240 botol tujuan Pasar Pancasila, L 300 nopol D 8701 ER yang berisi 720 botol berbagai jenis tujuan Pasar Pancasila, truk box ditemukan 7.512 botol tujuan Kabupaten Pangandaran dan L300 membawa 1.000 botol berbagai jenis. Sopir beserta kendarannya ditahan di Mapolres Tasikmlaya.

"Untuk kendaraan yang membawa para pemudik yang nekat pulang malam, kami suruh balik. Mereka berasal dari Jakarta, Tanggerang dan Bekasi," tandas Doni. (OL-13)

Baca Juga: Jika Nekat Mudik, ASN Pemprov Jatim Bakal Dipecat

Baca Juga

Medcom

Empat Kasus Kekerasan terhadap Pers Terjadi di Sumut Sebulan Terakhir

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:58 WIB
Sebelum kasus pembunuhan Marsal, pada 29 Mei 2021 rumah seorang jurnalis bernama Abdul Kohar Lubis di Kota Pematangsiantar diteror...
DOK

Apps Sumut Bersinar, Cara Baru Polda Sumut Perangi Marak Narkoba

👤 Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:50 WIB
Adalah AKBP Fadris SR Lana, Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sumut, yang menjadi sosok sentral di balik aplikasi...
DOK

Proses Hukum Kasus Narkoba Sekda Nias Utara Diminta tetap Berjalan

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:40 WIB
Sebagai ASN tertinggi di Nias Utara seharusnya Yafeti menjadi teladan bagi masyarakatnya. Bukan malah melakukan tindakan tidak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya