Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang melanda Indonesia dan banyak negara di dunia memang berdampak kepada berbagai sektor kehidupan. Karena itu salah satu kekhawatiran akan kekurangan gizi.
Berangkat dari situ sebagai bentuk kontribusi PT Ajinomoto Indonesia dalam mengatasi masalah gizi dan mengedukasi Pola Hidup Bersih & Sehat (PHBS) mereka menginisiasi Program Makan Siang Sekolah (SLP) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka menyadari bahwa PHBS sangat erat kaitannya dengan pendidikan gizi seimbang yang telah dilaksanakan di pesantren penerima program SLP, dan berhasil menurunkan prevalensi anemia dan memperbaiki status gizi, dan meningkatkan daya konsentrasi/daya ingat anak-anak di sana.
Baca juga: Remaja Butuh Asupan Gizi Lengkap dan Seimbang
Dalam Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) yang tahun ini mengangkat tema 'Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar', edukasi mengenai PHBS dirasa sangat penting untuk diterapkan kepada anak-anak usia sekolah. Hal itu disampaikan oleh salah satu Dosen Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB, Purnawati Hustina Rachman, S.Gz., M.Gizi.
“Edukasi tentang PHBS sangat penting untuk diberikan kepada anak-anak kita di saat seperti ini. Penting bagi seluruh anak di Indonesia untuk dapat memperoleh metode pembelajaran yang efektif tanpa takut ancaman kesehatan di sekitarnya. Namun, dengan penanganan pandemi covid-19 yang belum stabil, mau tidak mau kita harus bantu berikan support sistem untuk anak-anak kita. Nah, kita mewujudkannya melalui pemberian SLP ini," ucap Purnawati.
“Salah satu aspek yang juga kami perhatikan dalam SLP adalah keberlanjutan. Saat ini kami sedang mengembangkan ide untuk menyebarkan SLP ke lebih banyak pesantren dan sekolah, sehingga diharapkan dampak positif dari program ini dapat dirasakan oleh mereka. Dengan demikian, SLP dapat dirasakan dan menjangkau lebih banyak anak sekolah, remaja, dan berkontribusi dalam meningkatkan pendidikan gizi di Indonesia,” lanjutnya.
“Dengan kondisi saat ini, PT Ajinomoto berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penanggulangan masalah gizi di Indonesia dengan melakukan sosialisasi SLP ke pesantren dan sekolah bersama IPB.” ujar Public Relations Manager, PT Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati. (RO/A-1)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stuntedĀ terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Kuncinya terletak pada penerapan kebiasaan yang tepat saat sahur, berbuka, hingga pengaturan waktu istirahat agar puasa tidak hanya bernilai ibadah.
PRESIDEN Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada 70 tokoh penggerak gizi dan ketahanan pangan nasional. Itu termasuk jajaran Polri serta tokoh masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved