Selasa 04 Mei 2021, 17:07 WIB

JPW: Janggal Aiptu Tomy Tidak Diperiksa Dalam Kasus Sate Sianida

Ardi T Hardi | Nusantara
JPW: Janggal Aiptu Tomy Tidak Diperiksa Dalam Kasus Sate Sianida

Antara
Polisi menunjukkan barang bukti dan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan

 

JOGJA Police Watch (JPW) meminta polisi menuntaskan kasus sate beracun sianida yang menewaskan anak pengemudi ojek online. Kasus ini ditengarai ada sangkut pautnya dengan salah satu anggota polisi.

"Polisi telah menetapkan NA sebagai tersangka. Motif tersangka adalah sakit hati kepada seorang anggota polisi Resor Kota Yogyakarta (Polresta) bernama Tomy dengan pangkat Aiptu dan dikenal sebagai penyidik dengan kinerja yang baik di bagian Reskrim Polresta Yogyakarta," kata Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba, Selasa (4/5).

Pengakuan NA kepada polisi, Senin (3/5), menarik dicermati karena tersangka mengaku sakit hati kepada Tomy karena menikah dengan perempuan lain. Tersangka NA pun sempat mengaku, Tomy pernah berjanji akan menikahinya.

JPW menilai janggal atas tidak adanya nama Aiptu Tomy beserta istrinya dalam daftar nama saksi dalam kasus sate beracun ini. "Polisi harus menjelaskan secara transparan dan profesional kepada publik terkait tidak adanya nama Aiptu Tomy beserta istrinya. Jangan ada yang ditutup-tutupi," kata dia.

JPW pun mendesak kepada Propam Mabes Polri dan Kompolnas untuk turun ke DIY guna melakukan pemeriksaan terhadap Aiptu Tomy beserta istrinya dalam kasus ini.

"Segera saja diperiksa. Hal ini penting guna memastikan kebenaran atau tidaknya pengakuan dari tersangka NA. Kasus sate beracun ini harus diusut tuntas," kata dia.

Sebelumnya, anak pengemudi Ojol meninggal dunia setelah memakan sate. Anak tersebut memakan sate yang seharusnya ditujukan untuk Tomy.

Namun, karena Tomy menolak sate tersebut karena merasa tidak memesan itu. Sate lalu dibawa pulang pengemudi ojol dan dimakan bersama keluarga. Nahas, bumbu sate tersebut ternyata mengandung racun dan menewaskan anak  pengemudi Ojol.

Kepolisian saat ini tengah mencari teman NA yang berinisial R. Sosok pria bernama R inilah yang memberi masukan kepada NA untuk meracuni Tomy.

"Atas saran R, Na membeli kalium sianida padat di toko online. Bubuk itu lalu ditaburkan di bumbu sate," jelas AKP Ngadi, Kanit Reskrim Polres Bantul. (OL-13)

Baca Juga: Penuntasan Kasus HAM Berat di RI Masih Seperti yang Dulu

 

Baca Juga

Antara

Zona Merah, Bird Park Jakabaring Tutup Hingga 17 Mei 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 22:00 WIB
Untuk mencegah terjadinya kerumunan dan menjadi klaster baru penyebaran COVID-19, kata pengelola Bird Park Jakabaring, Susan di...
antaranews.com

Pemkot Makassar Hendak Bangun Apartemen Lorong di Pulau Terluar

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 21:30 WIB
Pemerintah Kota Makassar  segera membangun 21 apartemen lorong (aparong) di Pulau Lanjukang, Kecamatan Sangkarrang yang juga merupakan...
MI/LILIEK DHARMAWAN

Lokawisata Baturraden Batasi Pengunjung, Prokes Diperketat

👤Liliek Dharmawan 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 21:10 WIB
Selain pengunjung diwajibkan mengenakan masker, jumlah wisatawan dibatasi maksimal hanya 15 ribu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya