Kamis 22 April 2021, 07:51 WIB

Dampak Pandemi, Produksi Minyak VCO di Adonara Terhenti

Gabriel Langga | Nusantara
Dampak Pandemi, Produksi Minyak VCO di Adonara Terhenti

MI/Gabriel Langga
Minyak VCO menumpuk di gudang pabrik milik Keuskupan Larantuka di Waiwadan, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flotim, NTT.

 

PABRIK milik Keuskupan Larantuka di Waiwadan, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur menghentikan sementara produksi minyak kelapa murni atau VCO (Virgin Coconut Oil). Penghentian produksi ini dilakukan karena dampak pandemi virus korona. Akibatnya ada 21 ton VCO yang sudah siap dipasarkan terpaksa menumpuk di gudang.

Manajer Produksi, Fransiskus Nurani mengatakan sekitar November 2018, pabrik pengolahan minyak VCO milik Keuskupan Larantuka bekerja sama dengan Oxfam Internasional diresmikan dan telah memproduksi minyak VCO. Namun pada 2020, produksi minyak VCO dihentikan akibat pandemi covid-19.

"Gara-gara korona ini kita hentikan sementara produksi minyak VCO. Ada 21 ton lebih minyak VCO sementara tersimpan di gudang dan belum bisa dipasarkan," Fransiskus Nurani kepada mediaindonesia.com, Rabu (21/4).

Dalam proses produksi minyak VCO, pihak pabrik membeli kelapa dari petani di Adonara.

"Kita beli kelapa langsung dari petani di sini kemudian kita olah menjadi minyak VCO," lanjutnya.

Pada produksi pertama sudah menghasilkan 22 ton minyak VCO dan sudah dipasarkan dan laku meski belum banyak. Sisanya 21 ton masih menumpuk di gudang sambil menunggu pandemi covid-19 reda.

Meski produksi terhenti, 18 karyawan yang bekerja di pabrik minyak VCO tidak diberhentikan. Mereka tetap bekerja dan menerima upah kendati dipotong sementara. Selain minyal VCO, pabrik tersebut juga memproduksi briket arang kelapa. Sedangkan sabut kelapa belum diolah dan masih disimpan di gudang.

baca juga: Pandemi Covid-19 Adonara

Sementara itu Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr.Fransiskus Kopong Kung, Pr mengatakan Pulau Adonara adalah pulau kelapa dan menjadi komoditas utama petani. Potensi sumber daya alam berupa kelapa ini dikelola oleh Keuskupan Larantuka menjadi sejumlah produk di antaranya minyak VCO.

"Kami membeli kelapa dari petani dan mengolahnya menjadi minyak kelapa murni. Tapi karena korona, kami belum bisa memasarkan minyak VCO ke luar. Saat ini masih ada 21 ton produksi minyak VCO tersimpan di gudang," kata Uskup Larantuka. (OL-3)

 

Baca Juga

Ist

Relawan Ganjar dari NTT Gemakan Ganjar Jadi Capres 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 Juni 2021, 18:45 WIB
Deklarasi dukungan terhadap gubernur nyentrik berambut putih itu datang dari Sekretariat Center Relawan Ganjar di Kelurahan Danga,...
Antara

Abaikan Prokes, Fan Euro 2020 Gelar Konvoi di Jalanan Sorong

👤Ant 🕔Minggu 20 Juni 2021, 18:13 WIB
Negara Eropa nan jauh di sana yang bertanding, kita yang sibuk...
Ist

Ganjar Ingatkan Bahaya Penularan Covid-19 kepada Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 Juni 2021, 13:29 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo berpesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan agar tak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perlindungan Ganda terhadap Virus Korona dan Flu

DALAM perlombaan vaksin, perusahaan AS Novavax terlambat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya