Selasa 20 April 2021, 22:50 WIB

Alquran Tinta Emas Berusia 200 Tahun dari Kesultanan Palembang

Dwi Apriani | Nusantara
Alquran Tinta Emas Berusia 200 Tahun dari Kesultanan Palembang

MI/Dwi Apriani.
Kemas Andi Syarifuddin memperlihatkan kitab suci Alquran berukir tinta emas dari masa Kerajaan Kesultanan Darussalam.

 

PERLAHAN lembaran demi lembaran kitab suci Alquran yang sudah kekuning-kuningan dibuka oleh Kemas Andi Syarifuddin. Pria berusia 49 tahun itu merupakan keturunan dari khatib penghulu dan pengurus Masjid Agung Palembang di masa Kesultanan Palembang Darussalam.

Ada 10 buku kitab suci Alquran dan 90 buku manuskrip sejarah keislaman peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam berada di atas meja yang berada di hadapan Kemas Andi. Juga ada sebagian tersusun rapi di lemari yang berada di sudut rumahnya, Jalan Faqih Jalaludin, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang.

"Saya diberi amanat oleh kakek, Kiai Kemas Haji Umar, pada saat saya berusia 21 tahun. Saya diminta untuk menjaga buku-buku dan kitab suci peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam," kata dia.

Di usia tersebut, Kemas Andi masih duduk di bangku kuliah di UIN Raden Fatah Palembang. "Alhamdulillah sampai saat ini semua buku-buku dan kitab suci dalam kondisi baik dan terjaga. Memang ini tanggung jawab yang tidak mudah. Karenanya kami memaksimalkan upaya agar kitab suci ini tidak rusak atau tercecer. Ini semua peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam," jelasnya.

Ia menyebutkan, usia buku dan kitab suci Alquran tinta emas sangat tua. Karena itu Kemas Andi harus merawatnya dengan telaten dan penuh kesabaran. Alquran tinta emas ini diperkirakan sudah berusia lebih dari 200 tahun sejak dibuat di masa Kesultanan Palembang Darussalam. Di dalamnya ada tulisan arab melayu.

Uniknya, bahan baku kertasnya sendiri dikirim dari Eropa. Sedangkan tinta emasnya berasal dari leburan emas 18 karat di masa itu. Lalu, sampul depan Alquran juga berasal dari leburan lempengan emas.

"Tulisan tinta emas ini hanya ditemui di tiga bagian dari lembaran Alquran yaitu bagian depan yang bertuliskan Surat Alfatihah dan Alif Lam Mim," katanya. Lalu, di bagian tengah tulisan tinta emas mengukir Surat Al-Kahfi. Bagian akhir, tulisan tinta emas menghiasi Surat An-Nas dan Al-Falaq.

Ukiran Simbar khas Melayu Palembang semakin mempercantik lembar demi lembar Alquran tinta emas tersebut. Dari 10 kitab suci Alquran tinta emas peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam tersebut, ada dua kitab suci Alquran yang sudah rusak. Lembar demi lembar kertas Alquran tersebut, sudah rapuh dan tidak bisa lagi dibuka untuk dibaca.

Diungkapkannya, kitab suci Alquran tinta emas ini ditulis tangan oleh para ulama dan kepala penghulu yang disebut Pangeran Penghulu Nata Agama. Setiap kitab suci Alquran ditulis oleh satu orang.

"Cukup lama pembuatannya, mungkin bisa satu tahun. Karena kertasnya diimpor dari Eropa, tinta emasnya juga sulit didapat. Apalagi saat itu, tidak ada listrik sehingga proses penulisan Alquran dilakukan di siang hari," ujarnya. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer

👤Ardi Teristi 🕔Jumat 14 Mei 2021, 22:30 WIB
Status Gunung Merapi saat ini tetap Siaga. Status itu ditetapkan sejak 5 November...
MI/DWI APRIANI

Aktivis 98 Dukung Tindakan Tegas TNI/Polri di Papua

👤Media Indonesia 🕔Jumat 14 Mei 2021, 22:15 WIB
Lesmin Waker adalah salah satu penembak Bharada I Komang Wiranata, anggota Satgas Operasi Nemangkawi yang tewas April...
ANTARA

H+1 Lebaran, "Jalur Tikus" di Perbatasan Jateng-Jabar Masih Sepi

👤Supardji Rasban 🕔Jumat 14 Mei 2021, 17:37 WIB
Diperkirakan pada h+4 ke atas kendaraan arus balik ke arah Dejabotabek akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya