Jumat 16 April 2021, 04:39 WIB

Nekat Mudik ke Sragen, Bakal Dikarantina 7 Hari

Ghani Nurcahyadi | Nusantara
Nekat Mudik ke Sragen, Bakal Dikarantina 7 Hari

Dok. Pribadi
Bupati Sragen Untung Yuni Sukowati dalam diskusi FMB9

 

BUPATI Sragen Untung Yuni Sukowati Kamis (15/4) mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan TNI, Polri dan pihak lainnya untuk memastikan Sragren mentaati maksimal Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No. 13/2021 tentang Peniadaan Mudik.

Yuni menjelaskan, pihaknya siap memblokade akses menuju kota yang terkenal karena situs warisan dunia UNESCO itu, baik dari arah Kabupaten Grobogan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Karanganyar maupun dari arah Kabupaten Boyolali.

Pemerintah Kabupaten Sragen, ungkap Yuni, juga sudah menyiapkan sanksi bagi para pemudik nekat yang melanggar aturan larangan mudik pada masa liburan Idul Fitri 2021.

"Karantina dulu 7 hari karena kalau hanya sebentar mereka pikir itu tempat transit biasa. Setelah 7 hari baru ditesting. Jadi menimbulkan dampak jera terlebih dahulu," papar Yuni dalam Dialog Tidak Mudik Lebih Baik yang diselenggarakan FMB9 KPCPEN Kamis (15/9).

Setelah itu, bila negatif, warga bisa kembali bersama keluarga di tempat masing-masing dan bagi yang positif Covid-19 maka melanjutkan karantina selama 14 hari. Dengan kebijakan-kebijakan itu diharapkan para warga Sragen tidak mudik karena lebih baik.

Baca juga : Pasien Covid-19 Sembuh di Bantul Hampir Tembus 10 Ribu

"Kecuali pergerakan di Solo Raya yang masuk daerah aglomerasi," tandas Yuni. 

Sementara itu Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol. Rudi Antariksawan mengaku pihaknya sudah bersiap untuk memperketat arus perjalanan luar kota, untuk mendukung larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

"Kami sudah memetakan lokasi-lokasi mulai dari Lampung sampai ke Bali untuk mencegah masyarakat mudik. Jadi ada 333 titik penyekatan yang kami siapkan," ungkap Rudi. 

Penyekatan dilakukan baik di jalur tol maupun arteri di pulau Jawa, yakni, jalur pantura, jalur tengah, selatan maupun Selatan Selatan. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/Apul Iskandar

Labor Institute Indonesia Desak Pemerintah Antisipasi Efek Domino PPKM

👤Apul Iskandar 🕔Senin 21 Juni 2021, 20:49 WIB
Pemberian bantuan tunai langsung, subsidi upah, relaksasi iuran BPJS, relaksasi Perpajakan dan Stimulus perpajakan perlu dikeluarkan untuk...
 ANTARA/Didik Suhartono

Industri Dalam Negeri Butuh Produk Kimia Lokal

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 21 Juni 2021, 20:45 WIB
Pada peringatan 80 tahun Pendidikan Tinggi Teknik Kimia di Indonesia masalah besar di Tanah Air ialah ketergantungan pada produk kimia...
MI/BAYU ANGGORO

Laboratorium Kesehatan Jawa Barat Periksa 9.000 Sampel Covid-19 per Hari

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 21 Juni 2021, 20:20 WIB
Kerja keras itu juga membuahkan penghargaan, yakni diraihnya standard ISO 17043 sebagai Standar Internasional bagi Laboratorium...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jangan Gagap Lindungi Nasabah di Era Digital

ERA pandemi covid-19 berdampak pada berpindahnya aktivitas masyarakat di area digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya