Jumat 09 April 2021, 17:10 WIB

Distribusi Bantuan bagi Korban Bencana di NTT Belum Merata

Palce Amalo | Nusantara
Distribusi Bantuan bagi Korban Bencana di NTT Belum Merata

MI/Palce Amalo
Sejumlah elemen mengirimkan bantuan bencana NTT, namun distribusinya belum merata.

 

PENYALURAN bantuan tanggap darurat bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai Jumat (9/4) belum merata.

Sesuai laporan Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Seroja, bantuan tanggap darurat masih difokuskan ke sejumlah kabupaten seperti Flores Timur, Lembata, dan Malaka.

Sedangkan bantuan ke kabupaten lainnya yang juga porak-poranda akibat siklon Seroja, belum minum antara lain Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, Alor dan Manggarai.

Untuk Kabupaten Alor misalnya, bantuan yang mendesak saat ini ialah air bersih, sembako, obat-obatan, selimut dan terpal. Sedangkan korban di Timor Tengah Selatan membutuhkan tenda, makanan siap saji, pakaian, selimut dan family kits.

Di Alor terdapat 28 orang meninggal, 13 orang belum ditemukan, dan 25 orang hilang. Selain itu, akses jalan negara yang menghubungkan Kalabahi ibu kota Alor dengan Maritaing, wilayah di bagian timur rusak serta dua jembatan terancam putus yakni Jembatan Benlelang dan Taramana. Badai juga mengakibatan kerusakan rumah penduduk dan fasilitas umum lainnya seperti perkantoran, jaringan pipa air minum, dan tambatan perahu.

Terkait minimnya bantuan tersebut, Juru Bicara Posko Komando Tanggarap Darurat Bencana Siklon Seroja, NTT, Marius Jelamu minta kabupaten memanfaatkan potensi yang ada untuk menolong para korban. "Di setiap kabupaten ada ada cadangan beras sebanyak 100 ton disiapkan untuk keadaan emergency," katanya.

Sementara itu, bantuan bantuan dari berbagai pihak terus mengalir di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Seroja di Kota Kupang.

Bantuan antara lain berasal dari Kementerian Sosial berupa buffer stock dan tanggap darurat bencana masing-masing Rp672 juta, santunan ahli waris korban tewas sebesar Rp1,140 miliar, dan santuan koban luka berat senilai Rp135 juta.

Bantuan logistik juga berasal dari BNPB terdiri dari makanan siap saji, makanan tambahan gizi, lauk pauk, selimut, sarung, rapid test antigen, dan masker. Sampai pukul 16.00 Wita, bantuan masih mengalir dari berbagai pihak yang disalurkan langsung ke 27 dapur umum yang dibangun di lokasi bencana, antara lain empat dapur umum di Adonara, empat dapur di Lembata dan empat dapur umum lagi di Malaka. (OL-13)

Baca Juga: Hingga Hari Ini Total Korban Jiwa Siklon Seroja Capai 144 Orang

 

Baca Juga

BPBD Garut.

17 Desa Terdampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Garut

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 16:05 WIB
Desa yang terdampak banjir longsor di Kecamatan Pameungpeuk yaitu Pameungpeuk, Paas, Mandalakasih, Sirnabakti, dan Bojong...
DOK MI.

Seorang Anak di Cianjur Meninggal dengan Indikasi Suspek Difteri

👤Benny Bastiandy 🕔Minggu 25 September 2022, 14:45 WIB
Seorang anak warga Desa Cibiuk Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia, dengan indikasi suspek...
DOK Tagana Pamijahan.

Jalan Utama Kecamatan Bantarkalong Menuju Culamega Tertutup Longsor

👤Kristiadi 🕔Minggu 25 September 2022, 14:30 WIB
Kepala Desa Pamijahan, Bantarkalong, Ipin Aripin, mengatakan hujan deras yang terjadi semalam menyebabkan suatu tebing longsor menimbun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya