Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Berbasis Empat Pilar, Program Kemanusiaan Jangkau 2.176 Titik Wilayah

Rahmatul Fajri
30/12/2025 18:51
Berbasis Empat Pilar, Program Kemanusiaan Jangkau 2.176 Titik Wilayah
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SEPANJANG 2025, Human Initiative menjalankan berbagai program kemanusiaan yang menjangkau 637.423 pemegang hak program di 2.176 titik wilayah, baik di Indonesia maupun di sejumlah negara.
Program-program tersebut dilaksanakan melalui 33 inisiatif, dengan dukungan 4.083 relawan, serta kolaborasi bersama komunitas, mitra lokal, dan berbagai pemangku kepentingan.

Presiden Human Initiative Tomy Hendrajati menyampaikan kegiatan itu dijalankan melalui empat pilar utama, yaitu initiative for children, initiative for empowerment, initiative for disaster risk management, dan initiative for infrastructure.

"Keempat pilar ini menjadi kerangka kerja untuk menjawab kebutuhan darurat sekaligus mendukung pemulihan dan penguatan kapasitas masyarakat," kata Tomy, di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Pada bidang perlindungan anak dan pendidikan, kata Tomy, pihaknya mendampingi anak-anak dan keluarga dalam pemenuhan hak dasar serta akses layanan yang lebih layak.

Pada sektor pemberdayaan ekonomi, berbagai inisiatif dijalankan untuk membantu rumah tangga dan pelaku usaha kecil memperkuat penghidupan dan ketahanan ekonomi. Adapun pada program infrastruktur dan pengurangan risiko bencana diarahkan untuk mendukung kebutuhan dasar dan kesiapsiagaan komunitas.

“Selama lebih dari dua dekade, kerja kemanusiaan kami selalu bertumpu pada kolaborasi dan kepercayaan untuk menggerakkan kebaikan yang hadir dengan cara menjaga martabat manusia. Angka-angka ini bukan tentang kami semata, melainkan tentang banyak pihak yang berjalan bersama masyarakat, relawan, dan para mitra dalam menghadirkan respons yang relevan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Tomy.

Dia menerangkan di antara penerima manfaat pada tahun ini, termasuk masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatra yang terjadi sejak akhir November 2025.

"Hingga Desember 2025, kami terlibat dalam respons darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar di sejumlah wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, bekerja bersama relawan lokal, pemerintah daerah, dan jejaring kemanusiaan," paparnya.

Selain di dalam negeri, tambah Tomy, pihaknya juga melanjutkan kerja sama lintas negara melalui kemitraan dengan organisasi lokal dan internasional. Kolaborasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya saling belajar serta memperkuat peran pelaku lokal dalam kerja-kerja kemanusiaan.

"Menutup tahun 2025, Human Initiative memandang berbagai proses dan pembelajaran yang dijalani sebagai bagian kerja bersama. Ke depan, kami akan terus berjalan berdampingan dengan masyarakat dan mitra, menjaga agar upaya kemanusiaan tetap relevan, kolaboratif, dan berpijak pada kebutuhan nyata di lapangan," tutup Tomy. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya