Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MENJELANG bulan Ramadan, Perum Bulon Kantor Wilayah Jawa Tengh Jateng memastikan stok beras dalam kondisi aman. Sampai dengan saat ini, ketahanan stok beras masih sebanyak 81.273 ton, yang mampu mencukupi kebutuhan sampai dengan 5 bulan ke depan.
Pemimpin Perum Bulog Jateng, Miftahul Ulum mengatakan sebagai operator pangan, Bulog selalu siap memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya selama Ramadan. Pihaknya menjamin ketersediaan beras dan siap menjaga stabilitas harga di tingkat produsen maupun konsumen. "Stok beras Bulog Jateng masih sangat aman dan siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan," katanya.
Menurutnya, dalam rangka menjaga stabilitas harga di tingkat produsen, Bulog juga terus melakukan kegiatan pengadaan gabah/beras dalam negeri. Sampai dengan saat ini, pengadaan gabah/beras sebanyak 39.039 ton setara beras.
"Saat ini Bulog masih terus melakukan pengadaan gabah/beras dengan target penyerapan DN tahun 2021 dari Perum Bulog Jateng sebesar 204 ribu ton setara beras," ungkapnya.
Dijelaskan, Bulog Jateng terus berupaya meningkatkan kegiatan pengadaan demi kesejahteraan petani, dengan menerjunkan satker pengadaan gabah/beras di setiap kabupaten/kota yang di Jateng. Apalagi, saat ini masih dalam masa panen raya. (OL-15)
Alhasilnya Satgas Pangan Bersama Disperindag Babel dan Bulog mendapati Harga beras Medium Rp14 ribu per kilogram.
Dana efisiensi digunakan untuk membangun irigasi yang mampu mengairi 8 ribu hektare sawah dari potensi sebesar 30 ribu hektare.
Perum Bulog mencatat penyaluran harian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) per 25 Agustus 2025 mencapai lebih dari 8 ribu ton.
Beras premium yang selama ini dijualnya memang sudah lama ditarik setelah beredar beras oplosan di berbagai daerah ditarik dan sekarang tidak ada penjualan.
Hingga September stok beras nasional mencapai 28,22 juta ton berdasarkan kerangka sampel area (KSA).
Kapolres, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menyebut kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polres dalam mendukung program pemerintah menjaga stabilitas harga pangan.
Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) menargetkan pendapatan dari pemanfaatan aset untuk pengembangan bisnis mencapai Rp100 miliar pada 2025.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI, Ananda Tohpati, meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk segera mengatasi kenaikan harga beras agar tidak menyusahkan masyarakat.
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa sejauh ini Bulog telah melakukan penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) melalui berbagai skema.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyatakan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) masih dalam angka aman. Sebelummya diberitakan beras premium dan medium mulai langka
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Ruszaeni, menjelaskan angka stunting di Kabupaten Tegal menunjukan trend penurunan meski relatif masih tinggi.
PERUM Bulog melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2025 kembali mengarahkan fokusnya pada tiga bidang prioritas.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved