Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Kebumen, Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan dana pinjaman sebesar Rp1,5 miliar untuk pengadaan pangan tahun 2021. Dana tersebut merupakan bantuan pinjaman untuk menalangi pengadaan gabah dan diberikan kepada 31
gabungan kelompok tani (gapoktan) maupun kelompok tani (poktan).
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan bahwa alokasi anggaran senilai Rp1,5 miliar merupakan dana pinjaman pengadaan pangan bagi 31 gapoktan/poktan. "Dengan anggaran tersebut, dapat menyerap 348 ton gabah. Penyerapan dilaksanakan pada musim panen saat ini," jelas Arif, Selasa (6/4).
Untuk tahap awal, jelas Bupati Arif, diserahkan untuk 24 gapoktan/poktan. Rinciannya, 10 gapoktan/poktan mendapatkan pinjaman Rp55 juta, 5 gapoktan/poktan Rp50 juta dan 9 gapoktan/poktan mendapatkan Rp45 juta. Penyerahan telah diberikan kepada gapoktan/poktan dan diharapkan langsung dipakai untuk pembelian gabah petani. Sehingga harganya akan baik.
Pemkab Kebumen juga memberikan bantuan benih padi Inhibrida 62.100 kg untuk 2.484 hektare (ha) kepada 100 gapoktan/poktan di 10 kecamatan, bantuan benih padi Inhibrida kegiatan Peningkatan Indeks pertanaman (PIP) 15.625 kg untuk 625 ha di 9 Gapoktan di Kecamatan Ambal.
"Selain itu benih padi untuk IP 400 sebanyak 625 kg untuk lahan sawah seluas 25 ha di Desa Singoyudan, Kecamatan Mirit, dengan sumber dana APBN Tahun 2021, dan APBD Provinsi Jateng sejumlah 5.000 kg untuk lahan seluas 200 ha. Diserahkan juga bantuan dana sarana produksi untuk kegiatan IP 400 sejumlah Rp 48,3 juta," paparnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen Tri Haryono menjelaskan, dana talangan pengadaan pangan diberikan kepada gapoktan/poktan. "Hal itu untuk modal usaha pembelian gabah dan beras, jagung, kedelai, dan kacang hijau dari petani. Selain itu, menumbuhkembangkan dan menggerakkan kelembagaan usaha ekonomi di pedesaan, serta mewujudkan ketahanan pangan daerah untuk mendukung ketahanan pangan nasional," kata dia. (OL-13)
Baca Juga: Pemkab Sikka Galang Bantuan Bagi Bencana Adonara dan Lembata
Hingga 30 September 2025, realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) baru 62,8% dari target. Bahkan, ada tiga K/L besar yang serapannya masih di bawah 50%
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menjanjikan penyerapan anggaran kementeriannya bisa mencapai 96% pada akhir tahun.
Serapan anggaran untuk belanja daerah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di semester pertama 2025 baru sekitar 37%.
Peringatan keras ini disampaikan saat membuka kegiatan Laporan Realisasi Belanja Daerah dan Realisasi PAD Triwulan II Tahun 2025 di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (13/8).
SERAPAN anggaran akhir tahun 2023 yang mencapai 100,2% dari alokasi Perpres 75/2023 dinilai tidak menjamin mampu meningkatkan kualitas anggaran. Indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi
PEMERINTAH membantah menahan aktivitas belanja untuk mendapatkan angka defisit anggaran yang kecil. Pasalnya realisasi belanja negara justru melampaui alokasi dana APBN
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved