Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN yang terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan mengakibatkan sejumlah daerah banjir, termasuk ruas jalan utama. Bahkan daerah yang dulunya tidak pernah terendam saat ikut tergenang.
Hujan sudah terjadi sejak 1 April hingga sekarang disertai angin kencang.
Di Jalan AP Pettarani, tepat sebelum Ramp On ke Tol Layang juga terendam air, menuju ke arah timur Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, depan rumah dinas Wakil Gubernur Sulsel, ketinggian air mencapai 50 centimeter. Air pun terlihat masuk di halaman Rumah Sakit Luramay.
Baca juga: Banjir dan Longsor Terjadi di Sejumlah Wilayah Wonogiri
Warga di Kompleks Graha Tirta Duta, Keluarahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, Makassar, misalnya. Dia mengaku 10 tahun lebih tinggal di sana belum pernah sekalipun melihat genangan meski hujan sangat deras.
"Tapi, hari ini, air sudah mulai naik di depan rumah, got penuh, padahal sebelumnya ini tidak pernah terjadi," aku Ririn, 24, Jumat (2/4).
Pohon tumbang juga terlihat terjadi di sejumlah titik, seperti di depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Makassaf, Jalan Teduh Bersinar yang menimpa sebuah mobil. Demikian pula di Jalan Letjen Hertasning menuju Jalan Aroepala, sehingga arus kendaraan tersendat.
Hujan disertai angin kencang sebenarnya sudah diprediksi Pemerintah Kota Makassar, bahwa 2 April 2021 antara pukul 07.00 hingga 12.00 Wita terjadi kerawanan bencana. Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto sudah mengimbau semua masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Saya juga mengimbau semua SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait agar siaga bencana berdasarkan tuposinya, untu siagaa banjir,
genangan dan angin, dan sigap membantu warga yang terdampak," seru Danny.
Sebelumnya, Badan Meterologi Kelimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar juga sudah mengeluarkan peringatan dini kondisi cuaca di Sulsel mulai 1-3 April 2021.
"Mencermati perkembangan kondisi dinamika atmosfer terkim yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulawesi Selatan. Dalam 3 hari ke depan (1-3 April 2021), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Sulawesi Selatan," tulis Balai Besar Meteoroli Klimtaologi dan Geofisika
Wilayah IV Makassar, Darmawan dalam rilis resmi BMKG.
Ada pun wilayah yang dimaksud yaitu pesisir barat meliputi Kota Makassar, Pare-pare, Kabuoaten Pinrang, Barru, Soppeng, Pangkep, Maros, Takalar dan Gowa, dan pesisir selatan meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Kepulauan Selayar.
"Kondisi ini diprakirakan terjadi karena adanya labilitas kuat yang mendukung proses konvektif pada wilayah tersebut. Selain itu kondisi MJO (Madden Julian Oscillation) aktif di kuadran 4 (Maritime Continent), Eguator Rossby Wave (gelombang berpropagasi ke arah barat) yang aktif, serta adanya daerah konvergensi sepanjang Selat Makassar menyebabkan potensi peningkatan curah hujan di wilayah tersebut," urai Darmawan.
Sehingga masyarakat dan pengguna layanan transportasi baik darat, laut atau udara diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometcorologi yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi disertai angin kencang yang berpotensi terjadi.
"Dampak tersebut antara lain potensi banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang, pohon turabang, meluapnya area tambak budidaya, dan keterlambatan jadwal penerbangan atau pelayaran. Masyarakat diharapkan tetap memperhatikan informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik," tutup Darmawan. (OL-1)
Ratusan jemaah Tarekat Naqsyabandiyah memadati lokasi tersebut untuk menunaikan salat Ied atau salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah
Pelindo Regional 4 Makassar mencatat lonjakan arus mudik Lebaran 2026 sejak H-15 hingga H-5. Data terbaru menunjukkan total 308.473 pemudik telah melakukan perjalanan melalui 20 cabang
DINAS Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat adanya ancaman serius penyebaran penyakit campak di Kota Makassar sepanjang tahun 2026. Sebanyak 187 kasus suspek dilaporkan.
Sebanyak 200 warga peserta mudik gratis akan diberangkatkan Minggu (15/3) dari Pelabuhan Makassar menuju Surabaya, menggunakan KM Labobar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved