Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
SUNGAI Martapura di Kabupaten Banjar kembali meluap dan merendami ratusan permukiman warga di sejumlah desa dan kelurahan di wilayah tersebut. BMKG Kalimantan Selatan menerbitkan peringatan dini ancaman bencana dan hujan disertai angin kencang serta petir di sebagian wilayah Kalsel.
"Banjir kembali merendami sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Martapura. Sebagian warga memilih mengungsi karena trauma bencana banjir sebelumnya," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Muhamad Irwan Kumar, Kamis (25/3).
BPBD Kabupaten Banjar mencatat banjir merendam sejumlah desa meliputi Desa Bincau, Desa Bincau Muara, Desa Tambak Baru dan Kelurahan Keraton. Kesemuanya berada di Kecamatan Martapura. Sekitar 650 keluarga atau 3.000 jiwa terdampak.
Tercatat lebih dari 45 keluarga terpaksa mengungsi karena luapan air sungai mulai memasuki rumah-rumah mereka. Rata-rata ketinggian air 10-30 cm merendami badan jalan atau antara 50 cm hingga satu meter di halaman rumah warga.
Kabupaten Banjar merupakan satu dari 11 kabupaten/kota yang dilanda bencana banjir besar beberapa waktu lalu dan menjadi daerah terparah selain Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut dan Hulu Sungai Tengah. Sejauh ini daerah-daerah yang dilanda banjir masih memerlukan bantuan logistik terutama air bersih.
baca juga: Sungai Citanduy dan Cikidang Kembali Meluap
Sebelumnya Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA meminta pemerintah daerah dan masyarakat tetap mewaspadai ancaman bencana banjir seiring kondisi hujan yang diperkirakan baru akan berakhir pada Mei mendatang. PBD Kalsel mencatat jumlah kerusakan akibat bencana banjir dan longsor berupa kerusakan infrastruktur jalan berstatus jalan nasional hingga jalan kabupaten mencapai 1.693 kilometer dan 128 buah jembatan.
Sebanyak 838 buah tempat ibadah, 1.419 bangunan sekolah dan 134 buah sarana kesehatan rumah sakit, pustu dan puskesmas juga mengalami kerusakan berat dan ringan. Banjir telah merendam 104.530 permukiman dengan jumlah warga terdampak 179.035 keluarga atau 633.723 jiwa. Hingga kini masih ada ribuan warga yang mengungsi. (OL-3)
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved