Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengaku pihaknya masih mengumpulkan beberapa bukti terkait insiden maut bus yang masuk jurang di Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (10/3).
Diketahui, kecelakaan tunggal menimpa bus pariwisata Sri Padma Kencana bernomor polisi T 7591 TB, yang mengangkut rombongan SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang, Jawa Barat, yang menewaskan 29 orang.
"Kami sedang mengumpulkan evidence (bukti) dulu semuanya," kata Soerjanto kepada Media Indonesia, Minggu (14/3).
Dia menjelaskan, bukti-bukti yang dikumpulkan seperti kondisi rem dan sistem kemudi bus tersebut, lalu jadwal pengemudi, waktu istirahat pengemudi dari Pamijahan, Tasikmalaya dan lainnya.
Terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menekankan pentingnya Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) dalam sebuah perusahaan angkutan umum atau perusahaan otobus (PO), untuk mengelola risiko kecelakaan.
"SMK itu me-manage (mengatur) regulasi kendaraan multiroda. Indikator ini harus dipenuhi untuk mendirikan usaha agar berjalan. Manajemen perusahaan memastikan agar setiap kendaraan yang beroperasi dalam keadaan bagus," kata Budi dalam Perpalz TV.
Budi juga menegaskan, selain memperhatikan kondisi kendaraan yang laik, perusahaan angkutan umum dan PO diminta memperhatikan kebutuhan pengemudi bus. Menurutnya, para pengemudi menjadi aset penting dalam menjaga keselamatan perjalanan.
"Pengemudi itu jangan dipacu untuk mencari keuntungan saja. Mereka bukan sekedar supir, tapi SDM yang sangata utama sekali dalam perusahaan. Mereka harus dilatih dan dipenuhi kesejahteraanya," pungkas Budi. (OL-7)
KNKT membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari untuk memeriksa black box pesawat Indonesia Air Transport tipe ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung
Tim SAR temukan FDR dan CVR pesawat jatuh di Maros-Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1). Data kotak hitam segera diserahkan ke KNKT untuk investigasi penyebab kecelakaan.
Kecelakaan udara tragis menimpa pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT).
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Pesawat bernomor registrasi PK-THT yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu hilang kontak dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar, Sabtu (17/1).
KNKT menyimpulkan insiden ATR 42-500 sewaan KKP sebagai CFIT: pesawat masih terkendali namun menghantam lereng Gunung Bulusaraung.
Pengembangan Kawasan Rebana menjadi peluang strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangn kerja bagi warga Sumedang
Sehari menjelang puasa, aksi bersih-bersih dilakukan di Kabupaten Sumedang. Pemerintah kabupaten dan masyarakat membersihkan alun-alun dan daerah sekitarnya.
Pemkab Sumedang menyambut baik rencana investasi Garudafood karena dinilai mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah
Pemkab memiliki data ketersediaan bahan baku pangan, sehingga menu MBG di Sumedang bisa disesuaikan dengan pasokan lokal yang tersedia.
Kewaspadaan menjadi hal utama yang harus dibangun bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat, guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.
Capaian tersebut menempatkan Sumedang sebagai salah satu daerah strategis di Kawasan Rebana Metropolitan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved