Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BANGKAI bus pariwisata Sri Padma Kencana dengan nomor polisi T 7591 TB berhasil diangkat dengan menggunakan dua alat berat berupa crane. Bus tersebut terjatuh di tanjakan Cae, Dusun Cilangkap RT 01 RW 06, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, pada Kamis (12/3).
Bus tersebut membawa 65 penumpang yang merupakan guru dan siswa SMP IT Al Muawanah, Desa Cisalak, Kabupaten Subang, hingga menyebabkan 29 orang meninggal dunia.
Kasat Lantas Polres Sumedang AKP Eryda Kusumah mengatakan proses evakuasi Bus Sri Padma berhasil dilakukan sejak malam hari dan berakhir pada pukul 00.10 WIB. Dipastikan sudah tidak adal lagi korban di dalam bus dan barang yang ditemukan akan diserahkan kepada keluarga korban.
"Untuk bangkai kendaraan yang masuk jurang di kedalaman 20 meter dan menyebabkan 29 orang korban meninggal dunia telah dibawa ke Mapolres Sumedang. Semuanya akan diperiksa terutama penyebab dalam kejadian itu, sekarang tim gabungan dari TNI, Polisi, SAR, BPBD, PMI, Basarnas dan lainnya tetap akan berupaya mencari barang milik korban di lokasi kejadian," kata Eryda, Jumat (12/3).
Ia mengatakan, proses pencarian barang yang dimiliki korban pada malam hari itu tidak memungkinkan mengingat di lokasi juga diguyur hujan cukup deras dan pengangkatan bus berhasil dilakukan meski banyak kendala terutama medan sangat berat dan penerangan jalan pun tidak maksimal.
Baca juga: Jasa Raharja Santuni Korban Bus Sri Padma Kencana
Untuk korban yang meninggal dunia jumlahnya tidak bertambah dan tetap 29 orang. Mayoritas mereka berasal dari Subang.
"Jalan alternatif menuju Tanjakan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, akan ditutup dan kami akan berkoordinasi dengan Kabupaten Garut, supaya tidak ada kendaraan besar lagi yang lewat. Karena, kondisi jalan yang dilalui Sri Padma Kencana sebelum masuk jurang ini memiliki trek panjang lurus turun naik hingga berkelok-kelok dengan penerangan sangat minim," tuturnya.
Sementara, Kepala Humas RSUD Sumedang Dahlan Indrayana mengatakan kecelakaan tunggal yang terjadi di Tanjakan Cae, Dusun Cilangkap, sudah mendapatkan penanganan. Sebanyak 22 orang masih dalam perawatan intensif.
"Untuk korban yang meninggal dunia tercatat 29 orang, sedangkan 22 orang masih mendapat perawatan secara intensif di antaranya 6 orang mengalami luka berat. Ada dua korban dengan kondisi patah kaki, tangan dan bagian kepala mengalami luka dan dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) yakni dewasa dan anak-anak dalam kondisi kritis," paparnya.(OL-5)
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Pemkab Sumedang membantu penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih dan perbaikan irigasi.
Sebelumnya, di Sumedang telah beroperasi Sekolah Rakyat di Gedung Balai Latihan Kerja. Proses belajar mengajar sudah dimulai sejak 5 Agustus 2025 lalu.
Donasi ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, serta masyarakat Kabupaten Sumedang
Capaian ini menempatkan Sumedang sebagai salah satu daerah dengan kualitas pelayanan publik yang dinilai sangat baik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved