Senin 08 Maret 2021, 12:00 WIB

Kerugian Materi Banjir Bengawan Jero Rp59,3 Miliar

Akhmad Yakub | Nusantara
Kerugian Materi Banjir Bengawan Jero Rp59,3 Miliar

MI/M Yakub
Pemkab Lamongan mengaktifkan 19 mesin pompa air berkapasitas 5.500 liter perdetik untuk mengurangi dampak banjir Bengawan Jero.

 

MESKI sudah berlangsung selama lebih dari dua bulan, banjir luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jatim, masih menggenangi 7 kecamatan di kabupaten setempat.

Bahkan genangan banjir makin meluas hingga merendam seluas 8.416 hekatre (ha) tambak ikan, dan menenggelamkan  tanaman pangan seluas 2.785 ha. Kondisi tersebut mengakibatkan tanaman pangan petani setempat puso akibat terendam banjir. Ribuan petani di kabupaten setempat mengalami kerugian hingga puluhan miliar dalam musim ini.

"Tambak ikan kita gagal panen karena ikan terhanyut akibat banjir," keluh Sunandar, petambak asal Kecamatan Karanggeneng, Senin (8/3) pagi.

Menurut dia, banjir luapan Bengawan Jero yang terjadi sejak dua bulan ini telah merendam ratusan ha lahan tambak ikan dan tanaman padi di kecamatannya.

Bahkan, dalam beberapa pekan ini tinggi genangan banjir terus meningkat hingga menyebabkan tambak ikan miliknya terendam banjir. Kondisi tersebut mengakibatkan sebagian besar ikan yang dibudidayakan petambak hanyut terbawa banjir.

"Habis Mas, ikan dan padi gagal panen," jelasnya.

Biasanya, kata dia, sepetak kecil lahan tambaknya mampu menghasilkan ikan mujair sebanyak 3 kuintal kini, hanya menyisakan ikan 29 kilogram. 

"Kami rugi besar musim ini dan sudah tidak punya modal lagi untuk persiapan musim selanjutnya," tambahnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan  Logistik BPBD Lamongan Jannata S.M mengatakan dampak banjir luapan Bengawan Jero telah mengenangi 2.446 rumah di lima kecamatan. Antara lain, Kecamatan Karangbinangun, Glagah, Deket, Kalitengah dan Turi.

Selain lima kecamatan tersebut, banjir juga merendam sawah dan tambak di Kecamatan Karangeneng dan sebagian Kecamatan Sukodadi. Menurut dia, total lahan tambak yang terendam dan mengalami kerusakan seluas 8.416 ha

Sedangkan, tanaman pangan yang melami kerusakan akibat banjir seluas 2.785 ha. Rinciannya, tanaman padi yang rusak berat seluas 1.745 ha, rusak ringan seluas 994 ha dan tanaman palawija seluas 36 ha.

" Total kerugian materi akibat banjir Bengawan Jero mencapai Rp59,3 miliar," jelasnya.

baca juga: Longsor di Majene, 1 Orang Tewas

Dari jumlah itu, kerugian pada sektor pertambakan mencapai Rp38 miliar dan sektor tanaman pangan mencapai Rp21 miliar. Banjir juga sempat merendam jalan PU sepanjang 26.695 meter, jalan dusun sepanjang 12.599 m serta jalan desa sepanjang 32.232 m.(OL-3)

Baca Juga

MI/Apul Iskandar

Tenaga Kerja Harus Mendapat Perlindungan Jaminan Sosial

👤Apul Iskandar 🕔Selasa 13 April 2021, 08:53 WIB
Tenaga kerja di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara harus mendapat jaminan perlindungan sosial...
MI/SUPARDJI RASBAN

Di Tengah Pandemi, Usaha SPBU Dinilai Masih Menguntungkan

👤Supardji Rasban 🕔Selasa 13 April 2021, 08:32 WIB
Di Kabupaten Brebes, masih banyak tempat yang masih memerlukan SPBU karena wilayahnya yang luas yakni nomor dua di Jawa Tengah, setelah...
MI/Heri Susetyo

Ribuan KTP Pelanggar Prokes Menumpuk di Kejari Sidoarjo

👤Heri Susetyo 🕔Selasa 13 April 2021, 07:57 WIB
Sebanyak 4.900 KTP warga yang terjaring razia protokol kesehatan (prokes) menumpuk di kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo karena tidak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya