Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI sudah berlangsung selama lebih dari dua bulan, banjir luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jatim, masih menggenangi 7 kecamatan di kabupaten setempat.
Bahkan genangan banjir makin meluas hingga merendam seluas 8.416 hekatre (ha) tambak ikan, dan menenggelamkan tanaman pangan seluas 2.785 ha. Kondisi tersebut mengakibatkan tanaman pangan petani setempat puso akibat terendam banjir. Ribuan petani di kabupaten setempat mengalami kerugian hingga puluhan miliar dalam musim ini.
"Tambak ikan kita gagal panen karena ikan terhanyut akibat banjir," keluh Sunandar, petambak asal Kecamatan Karanggeneng, Senin (8/3) pagi.
Menurut dia, banjir luapan Bengawan Jero yang terjadi sejak dua bulan ini telah merendam ratusan ha lahan tambak ikan dan tanaman padi di kecamatannya.
Bahkan, dalam beberapa pekan ini tinggi genangan banjir terus meningkat hingga menyebabkan tambak ikan miliknya terendam banjir. Kondisi tersebut mengakibatkan sebagian besar ikan yang dibudidayakan petambak hanyut terbawa banjir.
"Habis Mas, ikan dan padi gagal panen," jelasnya.
Biasanya, kata dia, sepetak kecil lahan tambaknya mampu menghasilkan ikan mujair sebanyak 3 kuintal kini, hanya menyisakan ikan 29 kilogram.
"Kami rugi besar musim ini dan sudah tidak punya modal lagi untuk persiapan musim selanjutnya," tambahnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan Jannata S.M mengatakan dampak banjir luapan Bengawan Jero telah mengenangi 2.446 rumah di lima kecamatan. Antara lain, Kecamatan Karangbinangun, Glagah, Deket, Kalitengah dan Turi.
Selain lima kecamatan tersebut, banjir juga merendam sawah dan tambak di Kecamatan Karangeneng dan sebagian Kecamatan Sukodadi. Menurut dia, total lahan tambak yang terendam dan mengalami kerusakan seluas 8.416 ha
Sedangkan, tanaman pangan yang melami kerusakan akibat banjir seluas 2.785 ha. Rinciannya, tanaman padi yang rusak berat seluas 1.745 ha, rusak ringan seluas 994 ha dan tanaman palawija seluas 36 ha.
" Total kerugian materi akibat banjir Bengawan Jero mencapai Rp59,3 miliar," jelasnya.
baca juga: Longsor di Majene, 1 Orang Tewas
Dari jumlah itu, kerugian pada sektor pertambakan mencapai Rp38 miliar dan sektor tanaman pangan mencapai Rp21 miliar. Banjir juga sempat merendam jalan PU sepanjang 26.695 meter, jalan dusun sepanjang 12.599 m serta jalan desa sepanjang 32.232 m.(OL-3)
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
PERUMAHAN Grand Texpia, Kecamatan Ciasem, Pantura Subang, masih terendam banjir meski ketinggian air mulai berkurang.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih ada 1.600 warga di Jakarta yang mengungsi akibat banjir.
Banjir di Kabupaten Kudus hingga Minggu (25/1) juga masih merendam 9 desa di 4 kecamatan antara lain Desa Karangrowo, Ngemplak, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Payaman.
Perpanjangan dilakukan karena masih adanya wilayah terdampak banjir serta tingginya potensi bencana susulan.
Banjir luapan Bengawan Jero di Lamongan terus meluas. Sebanyak 4.815 rumah di 45 desa tergenang, tambak terdampak mencapai 7.155 hektare
KEBERHASILAN swasembada pangan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merupakan kerja seluruh petani Lamongan.
Sedikitnya 1.206 rumah tergenang dan 2.632 hektar sawah tambak di Lamongan terendam banjir luapan Bengawan Jero, Selasa (6/1).
Menteri Yandri memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam pemberdayaan desa.
Genangan banjir yang terjadi di ruas jalur Nasional itu dipicu akibat luapan Kali Plalangan, anak sungai Bengawan Solo yang mengalami peningkatan sejak Minggu (21/12) malam.
Penerapan subsidi pupuk bagi petambak ini dijadwalkan akan berlaku serentak di seluruh Indonesia mulai Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved