Minggu 07 Maret 2021, 06:00 WIB

Makassar Recover, Cara Baru Penanganan Covid-19 dari Makassar

mediaindonesia.com | Nusantara
Makassar Recover, Cara Baru Penanganan Covid-19 dari Makassar

MI/Lina Herlina

 

ANGGARAN Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar untuk 2021 ini mencapai Rp4,21 triliun. Dari nilai total anggaran itu, hampir Rp400 miliar dimanfaatkan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto dan Fatmawati Rusdi, yang baru berjalan 7 hari, untuk meluncurkan program yang membebaskan Makassar dari wabah virus korona atau covid-19 bernama Makassar Recover.

Program itu merupakan gabungan komitmen Wali Kota Danny dan Wakil Wali Kota Fatma dalam memberantas covid-19 di Makassar, yang diimplementasikan melalui tiga subprogram, yakni Penguatan Imunitas, Adaptasi Sosial, dan Pemulihan Ekonomi. Dari tiga subprogram ini bakal dilakukan melalui berbagai tahap masing-masing 11 metode untuk penguatan imunitas, 9 metode untuk adaptasi sosial, dan 6 metode untuk pemulihan ekonomi.

Menurut Danny, program ini berangkat dari pelajaran hidup setelah jutaan korban jiwa direnggut virus yang bermuasal dari Kota Wuhan, Tiongkok tersebut. Termasuk dirinya yang juga penyintas covid-19. Ia pun berharap Makassar Recover mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar pandemi bisa dibasmi secara tuntas.

“Sudah siap tenaga medis dalam dua hari ini kita buka pendaftaran relawan sudah capai 5.000 orang. Ini menjadi bukti keseriusan kita untuk memutus rantai pandemi. Dan kita akan simulasikan dulu selama satu bulan sebelum benar-benar berjalan,” ujar Danny di Makassar, Jumat (5/3) malam usai peluncuran program.

Wali Kota yang baru masuk masa jabatan kedua ini optimistis jika program Makassar Recover itu hanya sampai akhir tahun, atau Desember 2021. “Kalau lebih cepat berhasil, maka kita menghemat waktu. Misal September sudah selesai dengan sisa 10% penderita covid-19 di Makassar, maka kita akan hentikan. Kita tinggal lakukan pemerliharaan rutin sehingga bisa melakukan penghematan,” katanya.

Indikator untuk menentukan keberhasilan program itu sendiri, lanjut Danny, akan terlihat dalam sebuah aplikasi yang datanya bisa diperiksa setiap 14 hari oleh masyarakat. “Jadi apakah dia menurun atau naik.

Sehingga bukan hanya deteksinya saja, tapi suplemen gizi dan obatnya itu harus jalan bersamaan,” serunya.

Transparan
“Kami sudah mengecek kesiapan server dan kesiapan interaksi digitalisasi. Itu sudah siap. Kita sudah launching hari ini. Dan satu bulan kami akan buat simulasi. Tinggal, memang tadi saya sudah minta ke ibu Kajari dan Kapolrestabes untuk pendampingan soal keuangan agar supaya keuangan ini bisa transparan. Kami akan umumkan semua keuangan kepada publik. Dan saya berharap publik mengawal ini. Karena program ini kita juga pro kepada teknologi Indonesia yang asli seperti Genose,'' sambung Danny.

Ia mengatakan bahwa pekan depan pihaknya akan meng¬hadap Menteri Kesehatan dan seluruh elemen yang terkait, termasuk Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. “Kami sudah baku telepon untuk MoU, karena data NIK masyarakat itu harus lewat server Kemendagri. Dan itu kami sudah komunikasi, tinggal administrasi dan regulasinya. Karena kami ingin semua bisa dideteksi,” akunya.

Bahkan dia menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar program yang singkat. “Kali ini program menjadi alas big data yang kita pakai untuk informasi yang bukan hanya covid saja, bukan hanya pandemi saja tetapi seluruh pengelolaan perkotaan ini, termasuk pengelolaan pendapatan dan pengelolaan belanja kota,” tegas Danny sembari meyakinkan data warga tidak akan bocor.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Fatma menilai masyarakat tidak perlu menyaksikan lagi fenomena menakutkan akibat covid-19. Dia yang sempat juga berstatus sebagai OTG sebelumnya berharap tidak ada lagi yang merasakan hal sama dengan dirinya.

“Saya adalah penyintas dengan status orang tanpa gejala. Saya rasakan betul beratnya terpisah dengan anak-anak selama isolasi mandiri. Saya harap tidak ada lagi yang merasakan hal sama. Makassar Recover ini akan kita harapkan bisa menjadi pendeteksi awal dan penanganan lebih lanjut,” tutup Fatma. (LN/S2-25)

Baca Juga

DOK MI

Calon Kades Di Garut Wajib Jalani Tes Narkotika

👤Kristiadi 🕔Kamis 15 April 2021, 01:34 WIB
BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut, Jawa Barat melakukan tes urine kepada para bakal calon kepala desa. Ditargetkan tes...
Dok Media Indonesia

Permintaan Ikan Air Tawar dari Danau Maninjau Meningkat 5 Ton

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 23:48 WIB
Ikan jenis nila dan mas itu dipasarkan ke pasar tradisional di Sumbar, Jambi, Riau dan...
Antara

TWC Gelar Vaksinasi bagi Pelaku Wisata di Candi Borobudur

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 14 April 2021, 23:45 WIB
"Harapannya nanti siap untuk menyambut datangnya wisatawan serta ikut menciptakan ekosistem wisata yang aman dan nyaman untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya