Selasa 02 Maret 2021, 14:54 WIB

Covid-19Tinggi, Kota Kupang Izinkan Warga ke Restoran

Palce Amalo | Nusantara
Covid-19Tinggi, Kota Kupang Izinkan Warga ke Restoran

MI/Palce Amalo
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore

 

PEMERINTAH Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melonggarkan sejumlah syarat yang sebelumnya dilarang dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap I-III dalam rangka mencegah penyebaran covid-19.

Tiga syarat yang dilonggarkan itu tertuang dalam edaran Wali Kota Kupang Nomor 007/HK.443.1/III/2021 tentang PPKM untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kota Kupang. Edaran itu mengatur tentang PPKM Tahap IV, berlaku sejak 1-14 Februari 2021.

Tiga syarat itu ialah larangan makan dan minum di restoran, diubah menjadi boleh makan dan minum di restoran dengan dengan kapasitas maksimal 50% dari kapasitas ruangan sampai pukul 21.00 Wita dengan protokol kesehatan secara ketat, setelah pukul 21.00, restoran hanya melayani pesan antar atau take away.

Selanjutnya penerapan work from home (WFH) yang sebelumnya 75% diturunkan menjadi 50%, serta kegiatan ibadah dibuka kembali dengan ketentuan umat yang beribadah hanya 50% dari kapasitas ruangan ibadah.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore beralasan pelonggaran PPKM untuk meningkatkan aktivitas perekonomian sehingga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.

Baca juga : Realisasi Vaksinasi Covid-19 Untuk Nakes Hanya Capai 80%

"Memperhatikan tingkat kesadaran masyarakat dan pelaku dan pengelola usaha di Kota Kupang yang semakin sadar dan taat terhadap protokol kesehatan maka dipandang perlu untuk melonggarkan pembatasan kegiatan masyarakat," ujarnya seperti dikutip dari edaran pemberlakuan PPKM, Selasa (2/3). Namun, pelonggaran PPKM tersebut dilakukan di tengah kasus harian covid-19 di Kota Kupang masih tinggi.

Epidemiolog Ermi Ndun menyebutkan rata-rata kasus harian covid-19 di Kota Kupang mencapai 66 orang per hari selama Februari 2021. Per 2 Maret 2021, Kota Kupang juga menyumbang kasus covid-19 terbanyak dibandingkan kabupaten lainnya di NTT yakni sebesar 46,6%, disusul Ende 6,3% serta Sikka dan Kupang masing-masing 5%.

Untuk kasus per pulau, Pulau Timor menyumbang 61%, Flores 20,1%, Sumba 15%, serta Alor dan Sabu Raijua masing-masing 1,3%. Kasus kematian covid-19 di Kota Kupang juga tertinggi yakni sebanyak 128 orang dari total kasus kematian pasien covid-19 di daerah itu sebanyak 265 orang. Kematian terbanyak kedua dari Manggarai Barat 19 orang, Kabupaten Kupang 16 orang.

Sementara itu, sejak 1-2 Maret pagi, kasus covid-19 di NTT bertambah sebanyak 96 orang. Dari jumlah itu 73 kasus berasal dari Kota Kupang. (OL-2)

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Polemik Rekening Bupati Flotim untuk Donasi Bencana Adonara

👤Gabriel Langga 🕔Selasa 13 April 2021, 07:28 WIB
Bupati Flotim Anton Hadjon beralasan membuka renenging atas nama pribadi untuk membantu korban bencana untuk menampung dana bantuan dari...
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

PKB Bali Sosialisasi Tiga Prioritas Hasil Mukernas dan Munas Ulama

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 13 April 2021, 07:23 WIB
Ada tiga hasil utama Mukernas PKB dan Munas Alim Ulama yakni pendidikan, pertanian dan UMKM yang kini disosialisasikan kader PKB menjelang...
MI/Djoko Sardjono

Kasus Covid-19 di Klaten Bertambah 72 Orang, 30 Sembuh

👤Djoko Sardjono 🕔Selasa 13 April 2021, 07:08 WIB
Kasus positif covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bertambah 72 orang, Senin (12/4). Namun, kali ini terdapat 30 pasien positif yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya