Kamis 25 Februari 2021, 19:00 WIB

Petani Harus Waspada Cuaca Lembap Bisa Datangkan Hama Wereng

Mediaindonesia.com | Nusantara
Petani Harus Waspada Cuaca Lembap Bisa Datangkan Hama Wereng

Antara
Hama Wereng

 

Petani di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diminta mewaspadai serangan hama wereng batang coklat (WBC) yang berpotensi terjadi pada kondisi cuaca yang lembap.

"Mengingat serangannya hama tersebut dapat menyebabkan gagal panen maka petani perlu mewaspadai hama wereng batang coklat," kata Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama Penyakit wilayah Kecamatan Sumbang, Sokaraja dan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Chrisna Tri Daya Nur Ahmad di Banyumas, Kamis (25/2).

Dia menjelaskan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan pertumbuhan populasi hama wereng batang coklat. "Beberapa hari terakhir ini kami melakukan pengamatan dan menemukan adanya populasi WBC di beberapa desa di wilayah Kecamatan Kembaran antara lain Desa Sambeng Wetan, Sambeng Kulon dan Linggasari, kebanyakan pada padi varietas peka seperti jenis hibrida," katanya.

Dia menjelaskan bahwa populasi ditemukan pada tanaman padi yang berumur 30-60 hari setelah tanam. "Populasi masih di bawah ambang pengendalian yaitu sekitar lima ekor per rumpun, masih kondisi aman namun kesiapsiagaan dan kewaspadaan tetap diperlukan," katanya.

Dia menambahkan bahwa kondisi pertanaman yang tidak serempak menjadi kendala karena memungkinkan siklus hidup hama tidak terputus. "Kondisi di sekitar wilayah kami sekarang hampir sebagian besar memasuki umur panen, jadi yang harus diwaspadai adalah tanaman yang masih muda dan juga tanaman baru musim berikutnya" katanya.

Dia menambahkan untuk upaya antisipasi awal yang dapat dilakukan oleh petani pada lahan yang sudah terdapat populasi awal WBC antara lain adalah sanitasi lingkungan dan melakukan pengeringan lahan yang tergenang guna mengurangi kelembaban di sekitar tanaman. "Pengamatan rutin juga diperlukan untuk mengetahui perkembangan populasi baik hama maupun musuh alami," katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa selain bisa menyebabkan puso atau gagal panen, hama tersebut merupakan pembawa penyakit kerdil rumput dan penyakit kerdil hampa. "Perkembangan wereng batang coklat atau WBC sangat dipengaruhi oleh kelembaban yang tinggi. Kelembaban ini bisa disebabkan oleh curah hujan, keadaan air sawah dan juga kerapatan tanaman," katanya.

Upaya lain yang bisa dilakukan sebagai pencegahan, kata dia, antara lain adalah penggunaan mikro-organisme seperti "Beauveria bassiana" dan "Metharizium sp", selain itu juga menanam padi varietas unggul tahan wereng seperti Pertiwi, Ciherang, atau Inpari 32.

Namun jika varietas tersebut ditanam secara terus menerus dalam beberapa musim dan dalam skala yang luas, lama kelamaan ketahanannya juga bisa patah sehingga perlu dilakukan penggiliran varietas.

"Selain itu yang juga penting adalah penanaman dengan jarak tanam yang lebar atau bisa dengan metode jajar legowo untuk memudahkan pengamatan dan juga pengendalian," katanya. (Ant/OL-12)

Baca Juga

ANTARA/Luqman Hakim

Polda DIY Menangkap Dua Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 15:07 WIB
Petugas kepolisian melakukan penyamaran dengan berpura-pura menjadi pembeli. Saat melakukan transaksi, petugas langsung menangkap JR...
MI/Heri Susetyo

Pandemi Covid Nilai Ekspor Ikan dan Produk Ikan Jawa Timur Naik

👤Heri Susetyo 🕔Rabu 14 April 2021, 14:47 WIB
Di masa pandemi covid-19, ekspor ikan dan produk perikanan melalui BKIPM Surabaya 1, Jawa Timr justru mengalami peningkatan. Baik dari sisi...
MI/Koresponden

Ganjar: Dolanan Tradisional Bantu Siswa Cegah Radikalisme

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 11:51 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai permainan atau dolanan tradisional bisa membantu siswa sekolah tak berpaham...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya