Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
AKIBAT banjir, petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, harus melakukan penanaman ulang. Pemerintah diminta turun tangan dengan memberikan bantuan, baik pupuk maupun benih.
Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, menjelaskan informasi sementara yang ia dapatkan, tanam ulang dilakukan di Kecamatan Kandanghaur. "Ada sekitar 2.000 hektare tanaman padi di kecamatan tersebut yang harus tanam ulang," ungkap Sutatang, Rabu (17/2).
Menurut Sutatang, tanam ulang harus dilakukan karena tanaman padi sudah tidak bisa diselamatkan. "Selain masih berumur muda juga karena banjir telah merendam tanaman padi lebih dari tiga hari," ungkap Sutatang.
Selain di Kecamatan Kandanghaur, tanaman padi yang terendam banjir dalam kondisi parah juga terjadi di Kecamatan Losarang. Namun Sutatang mengaku belum menerima data pasti kondisi tanaman padi di daerah tersebut.
"Wilayah yang paling parah memang dua kecamatan itu, yaitu Kandanghaur dan Losarang," ungkap Sutatang. Areal pertanian di daerah lain, menurut Sutatang, pihaknya masih melakukan pendataan.
Dengan melakukan tanam ulang, petani mengalami kerugian yang cukup besar. Untuk biaya tanam dan pemupukan pertama yang telah dilakukan di Kecamatan Kandanghaur, petani sudah mengeluarkan uang sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta/hektare.
Untuk itu Sutatang berharap dinas pertanian setempat segera melakukan pendataan daerah yang harus melakukan tanam ulang dan memberikan bantuan. "Petani sangat membutuhkan bantuan benih dan pupuk," ungkap Sutatang. Apalagi saat ini pupuk sulit didapatkan.
Sutatang menambahkan, tanaman padi yang selamat dari puso saat terendam banjir tetap harus melakukan pemupukan ulang. "Terutama bagi tanaman padi yang berusia muda dan baru dilakukan pemupukan pertama," katanya. "Ini kan disebabkan bencana alam." (OL-14)
Abdul Muhari pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Rusaknya ekosistem hulu DAS Citarum secara signifikan meningkatkan bencana banjir di daerah-daerah di sekitar wilayah Bandung, terutama di Bandung Selatan.
Hingga Rabu, (21/5) para korban banjir Grobogan telah lima hari menginap di pengungsian. Mereka mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) GOR Tanggirejo.
Menko PMK Pratikno menyampaikan pemerintah serius dalam melakukan penanganan banjir Jabodetabek secara terpadu lintas Kementerian dan Lembaga.
Sebagai respons terhadap bencana tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi para korban bencana banjir.
Cuaca ekstrim yang menyebabkan hujan deras hingga banjir tersebut mengakibatkan 768 gardu distribusi terdampak, sehingga terpaksa dipadamkan sementara demi keselamatan warga.
PETUGAS gabungan melakukan pencarian macan tutul yang lepas dari kandang karantina Lembang Park and Zoo. Pencarian dibagi dalam tiga tim yang terdiri atas dokter hewan,
PULUHAN rumah di Desa Mayangan Kecamatan Legonkulon Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar) rusak diterjang angin kencang dan gelombang pasang.
HARGA beras premium di sejumlah pasar tradisional di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat, merangkak naik. Kenaikan beras diduga terjadi akibat pasokan menipis
FORUM Kepala Sekolah SMA Swasta Jabar menilai aturan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi soal rombongan belajar (rombel) menabrak undang-undang (UU).
Sekolah Rakyat dilaksanakan di Gedung BLK Rancamulya. Seluruh fasilitas sudah disediakan pemerintah, mulai dari fasilitas pembelajaran, tempat tinggal, makan dan perlengkapan sekolah.
GUBERNUR Jabar Dedi Mulyadi menjawab keberatan atas kebijakan yang dia ambil di antaranya memperbanyak rombongan belajar yakni 50 siswa dalam satu kelas
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved