Senin 15 Februari 2021, 09:39 WIB

Media Group Kembalikan Pengungsi Sulbar ke Rumahnya

Mitha Meinansi | Nusantara
Media Group Kembalikan Pengungsi Sulbar ke Rumahnya

MI/Mitha Meinansi
Huntara yang dibangun dan direnovasi warga secara gotong royong, dari bahan bangunan donasi BenihBaik.com, Sido Muncul, bersama Media Group.

 

PEKAN pertama pasca gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), Media Group melalui Tim Dompet Kemanusiaan Media Group (DKMG) langsung bergerak menyalurkan bantuan sembako, dan bantuan lain yang diperlukan pengungsi korban gempa, seperti terpal, tikar dan selimut.

''Kami berupaya mengungjungi masyarakat dengan menunjukan rasa empati dan rasa duka kami ditengah-tengah mereka. Ketika itu kami datang membawa bantuan yang sekiranya dibutuhkan, dengan harapan dapat meringankan beban duka mereka,'' ujar Ali Sadikin, Ketua Yayasan Media Group, Minggu (14/2).

Berbagai bantuan yang disalurkan tim DKMG di Sulbar mengalir dari sumbangan masyarakat Indonesia, pemirsa Metro TV, dan tentunya pembaca setia Media Indonesia, yang turut berempati terdapat duka saudara-saudara yang sedang dilanda musibah.

Baca Juga:  Dompet Kemanusiaan Media Group Salurkan APD

Kali ini, Media Group Peduli bersama BenihBaik.com dan SidoMuncul juga menurunkan tim Tanggap Bencana ke lokasi terdampak gempa di Mumuju dan Majene, Sulawesi Barat. Tim tersebut sedang mendampingi warga untuk mendirikan hunian sementara, dan merenovasi rumah-rumah warga yang rusak, agar layak kembali ditinggali.

Memasuki pekan kedua Februari, Tim Tanggap Bencana Media Group Peduli telah mendistribusikan bantuan bahan pembangunan huntara berupa tripleks sebagai dinding, spandek untuk atap, nok, dan paku yang merupakan donasi dari BenihBaik.com dan SidoMuncul, yang diperuntukkan kepada pengungsi dan korban gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.

Untuk tahap pertama, telah diberikan ratusan lembar tripleks, spandek, nok dan ribuan paku beberapa ukuran sesuai kebutuhan di lapangan. Berdasarkan perhitungan, bantuan tersebut akan membangun atau memperbaiki 30 unit hunian warga, yang dikerjakan secara bergotong-royong.

Target pendistribusian bantuan bahan bangunan tahap pertama diberikan di Dusun Sendana, Desa Botteng Utara, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Di sana terdapat ratusan bangunan tempat tinggal warga yang rusak. Baik rusak ringan, sedang bahkan rusak parah. Sedangkan untuk tahap kedua selanjutnya, bantuan yang sama diberikan di 5 dusun yang ada di Desa Mekatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Pembangunan huntara dan perbaikan rumah warga yang dimulai sejak Rabu (10/2) diakui sangat memberikan manfaat bagi warga terdampak bencana. Masyarakat penerima bantuan pembangunan huntara mengaku sangat senang mendapatkan perhatian tersebut, dan secara sukarela mau bekerja sama dengan masyarakat lainnya, untuk membangunkan huntara bagi sesama warga.

Mereka mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan material huntara yang didonasikan BenihBaik.com bersama SidoMuncul melalui Media Group Peduli. Karena dengan bantuan itu, mereka tidak lagi harus kepanasan dibawah terpal.

''Alhamdulillah, rasanya senang karena sudah ada dindingnya, sudah ditempati. Tidak nyaman kalau di tenda terus, apalagi anak-anak kasian, panas sekali kalau siang hari. Syukur Alhamdulilah bisa ditempati lagi rumah saya seperti semula,'' aku Anisa, 32, Salah seorang pengungsi yang sudah kembali ke rumahnya.

Menurut Ali Sadikin, pihaknya berusaha membangkitkan semangat masyarakat yang terdampak bencana, dari keterpurukan akibat kehilangan atau kerusakan rumah yang dialami.

''Kenapa kita membuat huntara, pertama, tujuan utamanya adalah supaya pengungsi itu kembali ke rumahnya. Kenapa huntaranya huntara mandiri yang harus di lokasi mereka? Karena dengan kembali ke rumahnya, maka secara psikis itu akan mempercepat trauma pengungsi,'' terang Ali Sadikin, mengurai alasan Media Group Peduli untuk membangun huntara  
bagi korban gempa.

''Konsep yang kedua, membangunnya dengan cara gotong royong. Sehingga ketika mereka itu punya kegiatan, maka tidak jenuh. Dari sisi fisik, rumahnya terbangun. Dari segi mentalnya, tidak mesti dengan program khusus trauma healing, karena secara mereka sudah bekerja, mereka sudah melakukan sesuatu, perbaikan untuk rumahnya. Sebetulnya intinya di situ,'' urai Ali Sadikin. (MT/OL-10)

 

Baca Juga

MI/BAGUS SURYO

Beras Terakhir Siti Sambut Ramadan

👤Bagus Suryo 🕔Senin 12 April 2021, 23:05 WIB
Korban gempa bumi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih banyak yang belum menerima bantuan...
MI/Alexander P. Taum

Badai Seroja Rusak 6 BTS Kominfo dan 444 Operator Seluler di NTT

👤Alexander P. Taum 🕔Senin 12 April 2021, 22:00 WIB
BADAI Seroja yang melanda wilayah NTT telah menyebabkan hilangnya signal telekomunikasi di sejumlah wilayah...
dok.kementan

Petani Padi Muba Mumet Harga Merosot saat Panen

👤Dwi Apriani 🕔Senin 12 April 2021, 21:40 WIB
SAAT ini Kabupaten Musi Banyuasin sedang memasuki musim panen padi tetapi harga gabah dan beras di tingkat petani...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya