Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 4.024 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat mulai menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) untuk keluarga berpenghasilan rendah. Dinas Sosial Kabupaten Maybrat bersama Kantor Pos Kota Sorong, Papua Barat melakukan pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 4.024 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 24 Distrik yang tersebar di
Kabupaten Maybrat, Jumat (5/2).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maybrat, Magdalena Tenau menjelaskab pembagian BPNT tersebut menyita waktu selama enam hari kerja karnea harus turun langsung ke kampung-kampung yang lokasinya berjauhan. Magdalena mengungkapkan bahwa hal ini menjadi tantangan namun tugas harus ditunaikan tuntas agar bantuan tepat sasaran kepada warga yang berhak.
"Namanya berhadapan dengan banyak masyarakat, ya harus sabar lah. Harus memahami karakter masyarakat setempat. Ini berhadapan dengan orang asli Papua, apalagi di Maybrat. Jadi harus memberikan penjelasan yang detail. Namanya pelayanan sosial jadi harus maju terus, apapun tantangannya," tutur Magdalena.
Pembagian BPNT ini dengan nilai Rp200.000 per bulan per PKM. Bantuan tersebut diberikan per tri wulan dengan total Rp600.000 per KPM. Pembagian bantuan tersebut mulai Januari hingga Maret.
"Bantuan ini bertahap. Setiap Tri wulan. Sebenarnya bantuan ini berupa bahan makanan. Namun karena pandemi, sehingga diberikan dalam bentuk tunai,"terangnya.
baca juga: Citilink Buka Rute ke Ternate Mulai 15 Februari
Magdalena berharap agar KPM dapat mempergunakan bantuan tersebut sebaik-baiknya untuk kesejahteraan keluarga di tengah pandemi Covid-19. Mengingat hal ini merupakan perhatian pemerintah terhadap masyarakat.
"Artinya KPM jangan melihat dari besar kecilnya nominal yang diterima. Namun dilihat dari segi kepedulian. Oleh karena itu harus gunakan bantuan ini dengan baik untuk kebutuhan keluarga," ujar Magdalena. (OL-3)
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan usaha sebesar Rp5 juta per keluarga terdampak bencana. Bantuan ini disalurkan melalui Pokja Pemberdayaan Pasca Bencana.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD dan Pemda terus mempercepat upaya distribusi bufferstock logistik,
SEKRETARIS Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan penerima BLT kesra sudah 85 persen dari target, sedangkan Menko Airlangga mengatakan sudah 26,2 juta orang menerima bantuan itu dari 35 juta
Kementerian Sosial memberikan atensi khusus terhadap penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, terutama di wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tamiang.
Kemensos mendirikan 30 dapur umum yang menyediakan lebih dari 80 ribu porsi makanan per hari untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Bupati Maybrat Karel Murafer mengungkapkan program pemerintahan yang akan dijalankan bertujuan menciptakan Maybrat yang aman, nyaman, maju, dan mandiri.
Kalau pun ada pengungsi yang tidak tertangani itu sebenarnya karena tidak terdata karena mereka berada di hutan-hutan yang aksesnya sulit
Hal itu sekaligus membantah klaim sepihak kelompok TPNPB yang saat sebelum Natal yang mengaku menguasai daerah Kumurkek, Ibu Kota Kabupaten Maybrat.
Sebagai putra daerah Maybrat, Ferdinandus Taa dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam kepemimpinan, mengenal wilayah dan seluk beluk masalah,
Pihaknya juga mendukung semua upaya pemerintah baik Kemendagri maupun Provinsi yang saat ini tengah mempersiapkan proses estafet kepemimpinan di Kabupaten Maybrat
Menurut Agustinus, penentuan Pj Bupati Maybrat harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati karena daerahnya rawan konflik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved