Jumat 05 Februari 2021, 08:35 WIB

Inflasi di Kota Pematangsiantar Tetap Terkendali

Apul Iskandar | Nusantara
Inflasi di Kota Pematangsiantar Tetap Terkendali

MI/Apul Iskandar
Rapat teknis tim pengendalian inflansi daerah Kota Pematangsiantar, Kamis (4/2/2021).

 

DI awal tahun 2021, inflasi di Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara tetap terkendali. Di tengah kondisi pandemi covid-19 , Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi 1,13 persen (month to month/mtm), setelah di bulan sebelumnya terjadi inflasi 1,47 persen (mtm).

"Tekanan inflasi pada bulan Januari dipengaruhi inflasi pada kelompok makanan, minuman, tembakau, perawatan pribadi, dan jasa lainnya. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK pada Januari 2021 tercatat sebesar 1,13 persen (year to date/ytd) atau 3,30 persen (year of year/yoy)," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat dalam Rapat Teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat Gedung Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara, Kamis (4/2).

Edhi menerangkan tekanan inflasi pada kelompok makanan dan tembakau, terjadi pada komoditas ikan asin dan daging babi. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 2,36 persen (mtm) pada Januari 2021. Sedangkan kenaikan harga ikan asin teri disebabkan minimnya pasokan yang masuk ke pedagang.

"Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan pengeringan ikan teri terhambat. Sementara itu, harga daging babi masih mengalami peningkatan, sejalan dengan stok yang menipis. Kendati demikian, beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, dan sawi hijau mengalami deflasi. Sehingga menahan laju inflasi lebih lanjut pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau", terangnya.

Sedangkan deflasi pada beberapa komoditas tersebut disebabkan ketersediaan pasokan yang memadai untuk memenuhi permintaan konsumen. Sementara itu, tekanan inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, didorong oleh kenaikan biaya rekreasi. Salah satu pendorongnya, naiknya harga tiket masuk Kebun Binatang (Taman Hewan) sebesar 67 persen, yakni dari Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu.

Menurutnya tetap terjaganya inflasi di Kota Pematangsiantar tidak terlepas dari peran proaktif yang dilakukan TPID Kota Pematangsiantar dalam memonitor dan mengawal kelancaran pasokan komoditas strategis di tengah pandemi covid-19.

Termasuk untuk jalur distribusi pangan dan kebutuhan pangan dipersiapkan dengan baik agar mudah diakses masyarakat, baik dalam rangka penjualan ke masyarakat umum, maupun dalam rangka program bantuan sosial.

"Ke depan, konsistensi dan komitmen dalam menjaga stabilitas harga, BI bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar melalui TPID dan forum-forum yang ada, akan terus dipertahankan untuk mendukung tetap terkendalinya inflasi di Kota Pematangsiantar," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua TPID Kota Pematangsiantar Hefriansyah dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Zainal Siahaan menerangkan inflasi yang wajar dan stabil akan menciptakan ekonomi berkesinambungan demi kesejahteraan masyarakat. Bukan saja bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok, namun juga harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Termasuk melakukan kerja sama dengan instansi lain yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

"Ketersediaan pasokan barang dan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat sangat memengaruhi inflasi. Kita harus berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk mengatasi keterlambatan atau kekurangan stok kebutuhan pokok, penyimpangan atau penimbunan. Serta distribusi meminimalisir gangguan pasokan bаhan kebutuhan pokok yang didukung dengan kesiapan moda angkutan," terangnya.

baca juga: Kesalahan Teknis, Gaji PNS Bandar Lampung Belum Cair 

Selain itu, Zainal menjelaskan ada beberapa komoditas pangan seperti telur, ikan asin teri, dan ayam memiliki peluang memberikan tekanan inflasi di awal tahun ini. Untuk mengurangi kelangkaan dan kenaikan harga komoditas tersebut, TPID Kota  Pematangsiantar harus berupaya dan bekerja untuk menekan angka inflasi tersebut.

"TPID bukan sekadar rutinitas. Namun harus bisa menciptakan langkah-langkah atau program kegiatan yang dapat mengantisipasi gejolak harga, ketersediaan pasokan pangan, dan kelancaran distribusi, serta mendorong peningkatan kapasitas perekonomian", harapnya. (OL-3)
 

Baca Juga

Biro Setpres

November, Jokowi Tinjau Kawasan di Tanah Kuning

👤Ant 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 23:35 WIB
Sebelumnya Jokowi pada Selasa (19/10) melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan...
Antara

Jokowi Dorong Kalsel Kejar Target Vaksinasi

👤Ant 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 21:40 WIB
"Target vaksinasi di Kalsel baru mencapai 33 persen, sehingga perlu kerja keras dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini,"...
DOK MI

Pemkab Sikka Terus Lakukan Upaya Tekan Angka Stunting

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 21:25 WIB
Pemkab Sikka terus melakukan upaya untuk menekan angka stunting di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya