Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pedagang pasar meminta Gubernur Ganjar memberikan kompensasi, berupa bantuan dari pemerintah, jika gerakan "Jateng di Rumah Saja" selama dua hari dilaksanakan. Sebab, mereka tidak bisa berjualan pada Sabtu dan Minggu. Padahal akhir pekan ialah hari panen pedagang
Hal itu disampaikan sejumlah pedagang di Pasar Induk Brebes, Kabupaten Brebes. Seorang pedagang, Siwar, 45, menuturkan para pedagang tidak keberatan dan mendukung adanya gerakan tersebut. Namun, pedagang meminta adanya kompensasi terkait penerapan gerakan itu.
"Kami tidak keberatan dan mendukung, tetapi kami kan tidak berjualan dua hari. Kami minta ada kompensasi dari pemerintah, ya minimal ada bantuan sembako untuk makan selama kami tutup dua hari. Sebab kami makan dari apa yang kami dapat hari ini," ujar Siwar, Rabu (3/2/2021).
Sebelumnya, Bupati Brebes Idza Priyanti, menyatakan gerakan Jateng di Rumah Saja tak hanya akan diberlakukan di Brebes tapi dilaksanakan seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
"Saya kira masyarakat akan mampu mematuhi, dan mereka juga mempunyai tabungan. Sehingga bagi para pekerja harian, bisa menggunakan tabungannya terlebih dahulu untuk mencukupi kebutuhan selama tidak bekerja dua hari nanti. Kalau soal bantuan, belum ada kebijakan ke arah itu," ujar Idza.
Gerakan dua hari di rumah, jelas Idza, diterapkan sebagai upaya menghentikan penyebaran virus korona. "Terlebih, sudah satu tahun masyarakat mengalami kejenuhan akibat pandemi Covid, yang menyebabkan perekonomian lemah dan kesehatan terganggu," kata bupati.
Data dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Pemkab Brebes, terdapat 24 pasar rakyat. Sedangkan untuk pasar desa jumlahnya ada 36. (OL-13)
Baca Juga: Sebanyak 5.092 Kartu Tani di Kota Padang Didistribusikan
Penanaman bibit jagung serentak ini, merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional, yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Titiek didampingi Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, sejumlah anggota Komisi IV DPR RI, serta Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma.
Para peserta merupakan gabungan anggota Kodim 0713 Brebes, Polres Brebes, Satpol PP, hingga petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes.
Penemuan mayat yang disembunyikan dalam koper di Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggegerkan warga setempat
Pemkab Brebes bergerak cepat menangani banjir bandang di Bumiayu dengan mengerahkan dua alat berat untuk sodetan sungai akibat cuaca ekstrem.
BANJIR bandang kembali menerjang Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sungai Keruh meluap dan mengakibatkan sedikitnya 11 rumah warga hilang terbawa banjir bandang.
MENTERI Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Tetap waspadai cuaca ekstrem tersebut, karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan Embung Karangjati di Blora. Embung senilai Rp8,5 miliar ini diproyeksikan mengairi 40 hektare lahan dan tingkatkan panen petani.
Pengaruh bibit siklon tropis, sistem tekanan rendah, serta sirkulasi siklonik memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved