Senin 01 Februari 2021, 15:08 WIB

Lebih dari 1.000 Babi yang Mati di Lembata akibat Virus ASF

Alexander P Taum | Nusantara
Lebih dari 1.000 Babi yang Mati di Lembata akibat Virus ASF

MI/Alexander P Taum
Wabah ASF.

 

PEMERINTAH Kabupaten Lembata menetapkan estimasi kerugian akibat wabah ASF atau flu babi di angka Rp3,5 juta per ekor. Sejak 14 Januari 2021, diperkirakan lebih dari 1.000 babi yang mati akibat virus ASF.

"Ada babi seharga Rp9 juta. Ada pula yang berkisar antara Rp3 juta sampai Rp4 juta per ekor. Dengan demikian kami menetapkan estimasi kerugian materiil di angka Rp3,5 juta rupiah per ekor, ujar Irenius Ola Samun, koordinator penguburan massal ternak dari Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, Minggu (31/1).

Angka tersebut dipandang realistis guna mengukur kerugian berbagai jenis dan ukuran ternak babi yang mati akibat wabah ASF. Sejak 14 Januari 2021, sebanyak 706 ekor dikuburkan di lokasi penguburan massal. Ada lagi 300 ekor yang dikubur di lokasi panti asuhan dan 400-an ekor yang dikuburkan sendiri kemudian dilaporkan ke dinas peternakan.

Dinas Pertanian Kabupaten Lembata mencatat populasi ternak babi di Kecamatan Nubatukan sebanyak 3.000 ekor. Saat ini sudah mati sekitar 1.000 lebih.

"Virus ASF menyerang sampai 100 persen populasi babi, sehingga sepanjang masih ada ternak babi, virus ini masih ada. Kami tidak tahu sampai kapan ini akan berakhir," ujar Irenius Ola Samun.

 

Ia memberikan saran kepada warga agar babi yang masih hidup dirawat dengan baik dan diisolasi dari yang sakit. Kalau mau kubur ternak yang mati sendiri, ia meminta agar warga menggali kubur sedalam 1 sampai 1,5 meter.

Hingga kini virus ASF atau flu babi belum masuk dalam penyakit strategis nasional, sehingga alokasi anggaran dari pemerintah pusat belum dikucurkan. "Pihak Dirjen sedang mendorong wabah ini masuk dalam penyakit strategis nasional yang butuh penanganan pemerintah pusat, agar pencegahan dan penanganan wabah ini dapat ditanggulangi," ujar Gregorius Dengekae Krova, petugas PPL Dinas Peternakan, saat mengedukasi peternak yang menanyakan langkah pemerintah mengatasi wabah ASF. (OL-14)

Baca Juga

MI/MARCEL KELEN

Belum Ada Temuan PMK di Papua, Pemerintah Daerah Larang Ternak dari Luar pada Idul Adha

👤Marcel Kelen 🕔Minggu 26 Juni 2022, 11:25 WIB
Dinas Pertanian dan Pangan Papua berharap penyakit PMK tidak terjadi di...
MI/Lina Herlina

Siap Wujudkan Kemandirian Pangan, Lebih dari 5.000 Insan Pertanian Hadiri Pra Penas 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:11 WIB
Lewat kegiatan ini diharapkan dapat terbangun sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Hasil Lab BBVeteriner Maros Pastikan Kematian Sapi di Sulsel Negatif Antraks

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:08 WIB
Cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini menyebabkan ternak dapat dehidrasi di area...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya