Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMANYA Tlaga Bentar, sebuah kawasan di sekitar Cipendok, tepatnya di perbatasan antara Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok dengan Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng). Dulunya, kawasan berbatu itu dikenal oleh masyaralat sebagai daerah angker. Paling hanya masyarakat yang mencari pakan ternak di daerah perbukitan lereng barat daya Gunung Slamet itu.
Kini, wilayah setempat sudah mulai berubah. Ada satu kandang modern yang berdiri. Kandangnya berupa bangunan panggung yang berisi 400 ekor domba. Layaknya film animasi Shaun The Sheep, begitu masuk ke kandang, terdengar domba yang mengembik. Kandangnya bersih. Ada petakan-petakan untuk memisahkan domba. Di bagian telinga, dikasih chip di bagian telinga.
Ada sejumlah petak kandang diberi tulisan. Beberapa di antaranya adalah Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan Kepala Kejari Purwokerto Sunarwan. Ternyata, itu adalah domba kepunyaan dari kedua pejabat itu.
''Sebetulnya kalau hanya ingin untung, lebih baik seluruh domba yang ada di sini dimiliki sendiri. Namun, tujuannya bukan itu. Kami ingin
mengajak masyarakat sekitar untuk berinvestasi domba. Sebagai awalan agar masyarakat percaya, maka kami mengajak para pejabat. Ini miliknya Pak Wakil Bupati. Ada juga nama-nama lain, karena ternyata banyak yang ingin berinvestasi domba,'' ungkap Bing Urip Hartoyo pemilik Djundal Ranch.
Bing mengungkapkan bahwa pada saat ini yang dikembangkan untuk menjadi kandang luasnya mencapai 3,5 hektare. Pihaknya mengajak masyarakat luas untuk berinvestasi domba. ''Untuk menjadi peternak, tidak harus memiliki kandang atau lahan sendiri. Bisa menjadi peternak dengan menitipkan domba di sini. Ada tiga paket yang ditawarkan yakni paket gareng, petruk dan bawor,'' katanya.
Untuk gareng, misalnya, paket 10 ekor domba investasinya Rp12,5 juta, dalam enam bulan harga jualnya diperkirakan mencapai Rp25 juta. Untuk petruk dengan investasi Rp15 juta, selama enam bulan harga jualnya kisaran Rp28 juta dan paket bawor investasi Rp18 juta, setelah enam bulan menjadi Rp31 juta.
''Kami memang sengaja menawarkan kepada masyarakat luas. Jika keberatan dengan harganya, bisa ditanggung secara berkelompok. Kami juga akan membentuk petani plasma, karena jangan sampai keberadaan peternakan domba di sini tidak berdampak bagi masyarakat sekitar. Inilah sebetulnya goal-nya,'' kata Bing.
Bing mengungkapkan kalau konsep yang dikembangkan akan berbentuk ranch, seperti di New Zealand. Sebab, dengan konsep itu akan lebih efisien. Oleh karena itulah, pihaknya tengah menegosiasikan lahan milik Pemkab Banyumas untuk dijadikan tempat umbaran.
''Jadi nantinya kandang tetap di lahan ini, tetapi untuk umbaran menggunakan areal milik Pemkab Banyumas. Kami tengah mengajukan izin. Sebab, Pemkab Banyumas memiliki lahan luas juga di sini. Sebagian memang telah digunakan untuk peternakan sapi milik Kementerian Pertanian, sebagian lainnya sepertinya masih dapat dipakai atau disewakan,'' jelas dia.
Ia mengungkapkan bahwa nantinya seperti cerita dalam film Shaun The
Sheep, jadi domba-domba akan dilepasliarkan pada siang harinya. Kemudian nantinya akan dimasukkan ke kandang. Potensi yang dapat dikembangkan ada 1.000 ekor domba penggemukan dan 1.000 ekor breeding. ''Di sini juga ada potensi wisatanya. Sehingga kami juga siap untuk mengembangkan wisata berbasis peternakan yang disebut sebagai eduwisata,'' ujarnya.
Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan secara prinsip pemkab terus mendorong investasi yang ada di Banyumas. Apalagi, kalau investasinya bisa melibatkan masyarakat luas. ''Masyarakat bisa turut andil dalam sektor peternakan ini. Misalnya, kalau berat untuk berinvestasi satu paket, maka bisa saja berkelompok,'' katanya.
Wabup mengakui jika di wilayah setempat, pemkab memiliki areal seluas 20 ha. Namun demikian, sebagian sudah digunakan untuk peternakan sapi. ''Kalau dihitung-hitung, kemungkinan ada 12 ha yang dapat disewakan. Karena sekarang kurang produktif. Saya juga akan bilang dengan Pak Bupati, sehingga dapat dikembangkan. Areal tersebut akan digunakan untuk penggembalaan,'' tambahnya. (Liliek Dharmawan/OL-10)
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.
CUACA ekstrem masih terjadi puluhan daerah di Jawa Tengah Sabtu (24/1) mengakibatkan bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
BENCANA angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (21/1/2026) sore. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah.
Gejolak harga bahan baku pakan kerap menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan usaha peternakan di Indonesia.
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.
Kementan menegaskan fokus utamanya saat ini yaitu membenahi sektor hulu atau perbibitan (breeding) sebagai langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor daging.
Ia juga menekankan pentingnya Pusvetma memperluas kemitraan dengan akademisi dan perguruan tinggi untuk mempercepat inovasi riset dan produksi vaksin hewan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved