Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 357 pengungsi erupsi Gunung Merapi masih bertahan di tempat pengungsian Balai Desa Balerante dan Balai Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.
Sementara itu, dari 357 pengungsi sebanyak 227 orang tinggal di tempat evakuasi sementara (TES) Balai Desa Balerante, dan 130 orang lainnya di TES Balai Desa Tegalmulyo.
Humas BPBD Klaten, Nur Tjahjono, menyebut sebanyak 130 pengungsi di TES Balai Desa Tegalmulyo terdiri dari balita (9), anak-anak (22), lansia (20), difabel (1), dan dewasa (78).
‘’Pengungsi di TES Balai Desa Tegalmulyo warga dari Dukuh Canguk, Sumur, dan Pajegan. Tiga dukuh ini masuk kawasan rawan bencana (KRB) III erupsi Gunung Merapi,’’ jelasnya, Jumat (29/1).
Sedangkan pengungsi yang ditampung di TES Balai Desa Balerante, Kamis (28/1) malam masih tercatat sebanyak 227 orang. Pengungsi ini warga dari KRB III erupsi Gunung Merapi
Sebanyak 227 pengungsi di TES Balai Desa Balerante terdiri dari balita (20), anak-anak (41), dewasa (121), lansia (29), ibu hamil (2), ibu menyusui (6), dan difabel (8).
Baca juga : BNPB Perlu Evakuasi Kelompok Rentan di Gempa Sulbar
‘’Pengungsi sebanyak 227 orang itu asal lima dukuh di lereng Gunung Merapi, yakni Sambungrejo, Ngipiksari, Ngelo, Gondang, dan Sukorejo,’’ ujar Nur Tjahjono.
Warga KRB III erupsi Gunung Merapi mulai mengungsi sejak status aktivitas Gunung Merapi oleh BPPTKG dinaikkan dari waspada (level II) ke siaga (level III) pada 5 November 2020.
BPPTKG menetapkan Desa Balerante, Desa Tegalmulyo, dan Desa Sidorejo masuk KRB III erupsi Gunung Merapi. Namun, warga Desa Sidorejo belum mengungsi hingga saat ini.
Menyikapi peningkatan aktivitas Gunung Merapi beberapa hari terakhir, Kalak BPBD Klaten Sip Anwar mengimbau pengungsi untuk bersabar tinggal sementara di pengungsian.
‘’Kami mengimbau agar pengungsi di TES Balai Desa Tegalmulyo dan Balai Desa Balerante bersabar sampai situasi Gunung Merapi dinyatakan benar-benar aman,’’ ujarnya. (OL-2)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved