Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan tinggi gelombang di perairan daerah itu mencapai empat meter, Jumat (29/1).
Selain itu, kecepatan angin berkisar antara 15-35 knot per jam. Cuaca buruk berdampak ditutupnya seluruh rute penyeberangan PT ASDP dan kapal nelayan berhenti berlayar. Penutupan sementara pelayaran dilakukan sejak Kamis (28/1).
"Gelombang tinggi meningkat mulai 30 dan 31 Januari," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Dini Pertiwi.
Baca juga: Banjir Kalsel Surut Sisakan Sampah Belasan Ribu Ton
Pada 30-31 Januari, tingggi gelombang di perairan diprediksi berkisar 4-6 meter dan kecepatan menjadi 15-40 knot per jam.
Dia mengatakan tinggi gelombang 4-6 meter diprediksi melanda perairan utara Flores, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu bagian selatan, perairan selatan Kupang hingga Rote, dan Samudera Hindia selatan Pulau Sumba dan Sabu.
Sedangkan tinggi gelombang 2,5-4 meter melanda Selat Sape, Laut Sawu bagian utara, Selat Flores-Lamakera, Selat Alor-Pantar, Selat Ombai, Perairan utara Kupang-Rote, Samudera Hindia selatan Kupang-Rote, dan Selat Wetar.
Untuk perairan Selat Sumba bagian timur, tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter. Gelombang tinggi diprediksi masih berlangsung sampai 31 Januari.
Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir pantai, diingatkan tetap waspada. (OL-1)
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved