Selasa 26 Januari 2021, 12:27 WIB

Merasa Dilecehkan, Pasutri di Sidoarjo Lapor Ke Kompolnas

Heri Susetyo | Nusantara
Merasa Dilecehkan, Pasutri di Sidoarjo Lapor Ke Kompolnas

MI/Heri Susetyo
Guntual Laremba memegang kertas putih berisi laporan kepada Kompolnas karena merasa dilecehkan dalam kasus hukum yang menimpanya.

 

PASANGAN suami istri Guntual Laremba dan Tuty Rahayu yang menjadi tersangka kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) melaporkan kasus yang menimpanya ke Divisi Propam Mabes Polri dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Mereka merasad ilecehkan saat ditangkap paksa di rumahnya oleh oknum petugas. Padahal surat panggilan kedua belum mereka terima.

Mereka membawa bukti video yang direkam saat upaya aparat Reskrim Polresta Sidoarjo di rumah pasutri ini di kawasan Kebraon Kota Surabaya pada 18 Januari lalu. Dalam video terlihat pasutri ini dibantu anak-anaknya menolak penangkapan karenamerasa belum menerima surat panggilan kedua dari Satreskrim Polresta Sidoarjo. 

Merasa dilecehkan dalam upaya penangkapan tersebut,Guntual dan Tutyterpaksa melaporkan sejumlah oknum anggota Reskrim Polresta Sidoarjo inike Divisi Propam Mabes Polri dan Kompolnas. Pasutri yang berprofesi sebagai pengacara ini menyayangkan upaya tangkap paksa tersebut, karena mereka sebenarnya kooperatif dan taat hukum. 

Mereka membantah apabila disebut tidak datang saat panggilan pemeriksaan pertamadi Mapolresta Sidoarjo. Guntual mengatakan mereka datang dalam pemeriksaan itudan diterima AKP Hafid.  

"Sehingga kalau dikatakan tidak hadir pada panggilanpertama itu keliru besar dan itu hoaks," kata Guntual kepada mediaindonesia.com, Selasa (26/1).

Mereka juga membantah sudah dipanggil untuk pemeriksaan kedua, sebab surat panggilan tersebut tidak mereka terima. Mereka justrumenerima surat panggilan kedua dari penyidik Reskrim Polresta Sidoarjo pada 18Januari 2021 atau setelah penangkapan paksa tersebut.

"Penyidik seharusnya humanis dalam melakukan pemeriksaandan itu sudah diatur dalam Perkap (Peraturan Kapolri) Nomor 8 tahun 2009," kata Guntual.

Hal senada dikatakan Tuty Rahayu, bahwa mereka selama inikooperatif dalam pemeriksaan di Mapolresta Sidoarjo. Namun penyidik juga harus mengikuti aturan yang berlaku, seperti memberikan surat panggilan terlebih dulukepada mereka yang akan diperiksa. 

"Kami tidak ingin menciderai institusi tapi saya tidakingin institusi ini dinodai oleh oknum-oknum," kata Tuty.

baca juga: Pasutri Tersangka Kasus UU ITE Segera Menjalani Persidangan

Pasutri ini tersandung pelanggaran Undang-undang ITE setelahdilaporkan Pengadilan Negeri Sidoarjo karena berbuat gaduh saat sidang padaAgustus 2018 silam. Suasana gaduh tersebut diunggah ke media sosial sehinggadinilai merugikan institusi PN Sidoarjo. Mereka akan menjalani sidang perdanakasus itu atau menjadi terdakwa pada Kamis (28/1). Mereka dijerat pasal 45 ayat3 jo Pasal 37 ayat 3 tentang ITE, atau Pasal 310 KUHP jo 207 KUHP atau 316 ayat 1. (OL-3)

Baca Juga

ANTARA

Longsor di Majene, 1 Orang Tewas

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Maret 2021, 00:55 WIB
Air yang datang dari atas gunung dan meluap ke selokan, kemudian air menggenangi pemukiman warga yang posisinya di atas tebing, kemudian...
MI/Dwi Apriani

Hutama Karya: Ruas Tol Indraprabu Selesai di Pertengahan 2022

👤Dwi Apriani 🕔Minggu 07 Maret 2021, 22:29 WIB
‘’Semuanya masih dalam proses pembebasan tanah. Setelah proses pembebasan lahan selesai, tentu kita langsung kejar proses...
MI/Bayu Anggoro

DPRD Dorong Laboratorium Kesehatan Jawa Barat Lebih Berdaya

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 07 Maret 2021, 21:40 WIB
Laboratorium kesehatan yang berdaya sangat memengaruhi derajat kesehatan warga. Untuk itu, Labkes Jawa Barat didorong memiliki peralatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya