Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK enam daerah penghasil beras di Sulawesi Selatan sempat tetendam banjir. Sekitar 3.348 hektare lahan pertanian atau sawah di sana terendam banjir, akibat cuaca ekstrim keberadaan fenomena La nina.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulawesi Selatan Andi Ardin Tjajo. Enam daerah tersebut yaitu Maros, Gowa, Parapare, Sidrap, Barru dan Pinrang.
"Itu yang masuk laporannya baru sebagian wilayah saja. Beruntungnya, meski hujan terjadi dengan intenstas tinggi, dan disertai angin kencang, tapi sawah-sawah yang terendam banjir tidak mengalami kerusakan, sehingga tidak terjadi puso atau gagal panen," ungkap Ardin.
Menurutnya, dari sekitar 3.000 hektare lahan pertanian atau sawah yang terendam itu, ada sekitar 1.000 hektare yang terendam air selama dua hari. Hanya saja, dari enam daerah tadi, lokasi terparah terjadi di Kabupaten Maros.
Baca juga : Puluhan Ribu Dosis Vaksin Sinovac Mulai Diterima Daerah di Jateng
"Dari 3.000-an hektare, yang paling luas kerusakannya itu di Maro, yaitu 968 hektare sawah terendam banjir. Untuknya saja, tidak sampai puso," ulang Ardin lega.
Haya saja katanya, karena hingga saat ini, intensitas hujan masih saja tinggi di sejumlah daerah di Sulsel, pihak Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel terus memantau kondisi sawah di daerah-daerah penghasil neras, selain enam daerah lainnya.
"Jika ada laporan terjadi puso, maka perlu penyiapan benih untuk segera menanam kembali. Kami tentu akan membuat laporan untuk segera membantu benih melalui cadangan benih nasional yang disiapkan pemerintah," tutup Ardin. (OL-2)
Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Hujan deras menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Makassar. BPBD mengevakuasi warga dan mengaktifkan sistem peringatan dini untuk mencegah dampak lebih luas.
petugas menyisir lapak demi lapak di area dalam pasar. Sampel makanan diambil langsung dari pedagang, lalu diuji di tempat menggunakan metode rapid test
Harga pangan di Pasar Terong terpantau relatif stabil dengan pasokan yang mencukupi.
Masjid Al-Markaz juga mengoperasikan dapur umum khusus yang memproduksi 1.000 hingga 1.200 porsi hidangan berbuka puasa setiap harinya untuk para jemaah.
MENYAMBUT Ramadan, Polrestabes Makassar tidak hanya fokus pada pengamanan tempat ibadah, tetapi juga menyatakan perang terhadap kegiatan yang dinilai mengganggu ketertiban umum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved