Jumat 15 Januari 2021, 12:38 WIB

Vaksin Covid-19 Bisa Kurangi Risiko, Prokes Jalan Terus

Ardi Teristi Hardi | Nusantara
Vaksin Covid-19 Bisa Kurangi Risiko, Prokes Jalan Terus

DOK Pemprov Sulawesi Selatan
Pencanangan vaksinasi perdana Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (15/1/2021).

 

EPIDEMIOLOG UGM, Bayu Satria menyatakan portokol kesehatan tetap perlu karena perlindungan oleh vaksin tidak 100 persen. 

"Namun, paling tidak mereka yang sudah divaksin risikonya sangat rendah untuk terkena Covid-19 yang parah," kata Epidemiolog UGM, Bayu Satria dalam keterangan tertulis, Kamis (14/1).

Bagi warga masyarakat yang nantinya sudah mendapat suntik vaksin, Bayu menegaskan bahwa tidak sepenuhnya langsung bisa kebal terhadap virus  tersebut karena memerlukan waktu hingga terbentuk imun. Apalagi suntik  vaksin dilakukan selama dua kali.

"Setelah mendapat vaksin perlu tetap protokol kesehatan karena vaksin baru memberikan perlindungan paling bagus sekitar 1-2 minggu pasca suntikan kedua. Yang pasti kita tetap jaga diri setelah suntik. Sebab, masih tetap  bisa terkena jika imun belum terbentuk," ujarnya.

Soal vaksin Sinovac yang digunakan oleh pemerintah yang belum memprioritaskan kelompok anak-anak dan lansia di atas umur 59 tahun, Bayu, berpendapat dua kelompok ini nantinya akan mendapat suntikan vaksin ketika data dari hasil uji sudah lengkap. 

"Ketika data yang didapatkan sudah lebih detail nantinya akan diberikan juga vaksin untuk lansia dan anak anak. Saat ini masih menunggu data lebih lengkap," tukasnya.

baca juga: Dari 11 Pejabat di Ternate Hanya 1 Orang Lolos Vaksinasi Covid-19

Ia juga sempat menyinggung soal kritik dari warganet yang masih mempertanyakan tingkat kemampuan efikasi Sinovac yang dianggap masih rendah dibanding jenis vaksin lainnya sehingga dianggap belum aman ketika disuntik vaksin tersebut. Bayu menilai vaksin Sinovac termasuk jenis vaksin yang paling bagus tingkat keamanannya.

Menurut dia, Sinovac masih cukup bagus karena masih memberikan perlindungan dua kali lipat atau lebih dan ditunjang juga hasil efikasi sementara di Indonesia sekitar 65 persen. 

"Pemilihan vaksin yang paling utama adalah keamanannya, baru efikasi dan Sinovac ini termasuk paling bagus keamanannya," pungkas dia. (OL-3)

Baca Juga

Dok. Mutuagung Lestari

Perluas Jasa Uji Kualitas Lingkungan, Mutuagung Lestari Resmikan Laboratorium di Pontianak

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 22:41 WIB
Saat ini, PT Mutuagung Lestari memiliki lima cabang laboratorium lingkungan yang berada di Samarinda, Pekanbaru, Pangkalan Bun, Medan dan...
DOK MI.

Polda Jambi Tangkap Lima Pelaku Penyimpangan Distribusi BBM Subsidi

👤Solmi 🕔Kamis 30 Juni 2022, 22:30 WIB
Mereka ialah dua operator APMS Andi, 42, dan Kodri, 46, tiga pembeli penampung atas nama Zulfala, Jumino, dan...
DOK MI.

Banjir di Desa Podenura Nagekeo Rusak Jalan Nangaroro-Maunori

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 22:20 WIB
Banyak pengguna jalan dari arah Kecamatan Keo Tengah terjebak di Desa Podenura karena banjir. Akibat banjir yang sudah meluap, satu kios...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya