Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri melakukan gerakan untuk mitigasi bencana dan penguatan desa tangguh bencana, sebagai keseriusan menyikapi peringatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB meminta daerah untuk mewaspadai kemungkinan banjir, longsor, dan pohon bertumbangan saat puncak musim hujan di bulan Januari hingga Februari nanti.
"Peringatan dari BNPB yang dialasi prediksi BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) ini memang harus disikapi dengan serius. Apalagi Wonogiri merupakan daerah rawan bencana alam dengan potensi sangat tinggi, dan masuk sebagai zona merah bencana," tegas Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Wonogiri Bambang Haryanto kepada Media Indonesia, Selasa di Wonogiri (12/1).
Menurut dia, hampir semua jenis bencana berpotensi terjadi di Kabupaten Wonogiri, baik musim penghujan maupun musim kemarau. Seperti bencana banjir, tanah longsor, tanah bergerak, tanah ambles, angin kencang yang memunculkan dampak pohon pohon bertumbangan.
Karena itu, bersama dengan para relawan dan juga instansi terkait seperti TNI, Polri, dan instansi lain di tingkat kecamatan hingga desa, terus melakukan gerakan mitigasi bencana. Semua itu dilakukan sebagai upaya meminimalisasi resiko bencana dan munculnya korban.
Karena meratanya potensi bencana, BPBD Wonogiri jiga terus membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di semua wilayaj. Saat ini sedikitnya sudah terbentuk 170 Destana dengan relawan kebencanaan tingkat desa yang tangguh.
Keberadaan ribuan relawan kebencanaan di tingkat desa se-Kabupaten Wonogiri, terlihat sangat efektif mempercepat proses penanggulangan bencana alam yang muncul, baik itu banjir, longsor, tanah gerak, dan tanah ambles dan juga kebakaran.
"Seperti banjir di Nguntoronadi beberapa waktu lalu, bisa ditangani dengan cepat tanpa korban. Begitu halnya longsor di sejumlah wilayah juga bisa ditanggulangi cepat oleh relawan Destana. Juga penyikapan atas batu raksasa yang mau longsor karena tanah pendukungnya ambles, juga bisa ditangani. Di atas batu raksasa itu masih ada batu yang lebih besar lagi,sehingga warga di bawah telah dievakuasi," imbuh Bambang.
Pada bagian lain, BPBD Wonogiri juga berkoordinasi denhan Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWSBS) untuk menanggulangi pendangkalan sungai di bagian hulu Waduk Gajah Mungkur. Selain itu juga berkoordinasi dengan Perhutani, untuk menangani penghijauan di lahan kemiringan tinggi, sebagai penguatan tanah agar tidak longsor.
Yang jelas dengan penguatan mitigasi dan pembentukan barisan relawan di tingkat desa, kebencanaan di Wonogiri terus berkurang selama dua tahun terakhir. Jika pada 2019 terjadi 216 kasus bencana alam dengan kerugian Rp6,6 miliar, maka 2020 lalu bencana alam di bawah 100 kasus dengan kerugian kurang dari Rp1 miliar.
"Mudah-mudahan mitigasi bencana yang terus kita maksimalkan, akan semakin mengurangi risiko bencana yang muncul. BPBD Wonogiri di tengah kesibukan menggelar mitigasi bencana, jiga masih sempat membantu kabupaten lain dalam membentuk relawan Destana," pungkas Bambang Haryanto. (WJ/OL-10)
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak longsor Bandung Barat.
Peristiwa longsor Bandung Barat tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata di sekitar lokasi longsor Bandung Barat, kejadian itu diawali suara gemuruh keras.
HINGGA Sabtu, (24/1) siang, sebanyak 82 orang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa longsor di Kampung Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
TIM SAR terus mempercepat pencarian warga yang masih hilang akibat tertimbun tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu, (24/1) dini hari.
Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat sejak 23 Januari 2026 selama 14 hari guna memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.
OPERASI pencarian terhadap korban tanah longsor yang melanda Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, telah memasuki hari ketiga.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved