Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA sungai meluap hingga menyebabkan banjir di Kecamatan Cepu dan Sambong, Kabupaten Blora. Akibatnya, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian mencapai 50-125 sentimeter. Saat ini, warga masih bertahan menunggu bantuan.
Sejauh ini, belum ada warga mengungsi dan memilih bertahan di rumah masing-masing. Bantuan terhadap korban banjir juga belum terlihat, sehingga warga bertahan dengan mengonsumsi bahan makanan yang tersisa. Aktivitas memasak atau beristirahat dilakukan di atas tumpuan papan yang dibuat panggung.
Beberapa sungai yang meluap yakni Sungai Ngareng di Kelurahan Cepu, Sungai Taman Siswa di Kelurahan Balun, Sungai Giyanti di Karangboyo, Sungai Joho di Kelurahan Mulyorejo dan Sungai Biting di Desa Biting.
"Ada ratusan rumah di beberapa kelurahan/desa di dua kecamatan yakni Cepu dan Sambong terendam banjir akibat meluapnya beberapa sungai itu," kata Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Tri, Sabtu (9/1).
Baca juga: Ganjar Uji Coba Bandara Ngloram Blora dengan Pesawat Jet Hawker
Di Kelurahan Cepu, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian antara 500 sampai 100 sentimeter. Lalu, di Kelurahan Balun ada puluhan rumah terendam hingga 125 sentimeter akibat meluapnya sungai Taman Siswa.
Demikian juga di Kelurahan Karangboyo, Ngelo dan Ngroto, banjir merendam rumah dengan ketinggian 50-100 sentimeter akibat meluapnya Sungai Giyanti serta Kelurahan Mulyorejo akibat luapan Sungai Joho dan Desa Biting akibat meluapnya Sungai Biting.
"Total ada ratusan rumah terendam, kita sedang mendata dan jika mendesak segera kita evakuasi," tuturnya.
Sementara ini, ungkap Agung Tri, belum ada korban jiwa dalam peristiwa banjir yang melanda dua kecamatan di Blora ini, namun tercatat satu rumah warga roboh dan hanyut dan untuk sementara keluarga tersebut menumpang di rumah saudara terdekat.(OL-5)
Kebakaran kembali terjadi tempat penampungan minyak mentah hasil pengeboran ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
BPBD Blora juga telah menurunkan petugas untuk terus memantau kondisi di dua kecamatan tersebut, terutama saat terjadi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang.
Polisi akan mengundang tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat untuk mengklarifikasi secara terbuka bahwa RF tidak terbukti bersalah.
Lima santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maa'uun Blora yang hanyut dan tenggelam di Sungai Lusi seluruhnya ditemukan meninggal.
TIGA orang santriwati yang terseret arus sungai Lusi di Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditemukan tewas akibat tenggelam.
Delapan satriwati hanyut pada Kamis (11/12) pagi di Sungai Lusi, Blora, Jawa Tengah. Tiga selamat, satu ditemukan meninggal, dan empat masih hilang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved