Sabtu 09 Januari 2021, 11:55 WIB

Purbalingga Larang Kedatangan Wisatawan & Pedagang Luar Daerah

Lilik Darmawan | Nusantara
Purbalingga Larang Kedatangan Wisatawan & Pedagang Luar Daerah

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi pedagang pasar

 

PEMKAB Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), melarang wisatawan dan pedagang dari luar daerah yang akan masuk ke kabupaten setempat. Kebijakan itu dikeluarkan selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Tim gabungan Satgas Covid-19 akan menjaga ketat perbatasan.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan pihaknya telah menyelenggarakan rapat bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) pada Jumat (8/1). Ada beberapa hal urgen yang kemudian diputuskan. Beberapa di antaranya adalah pelarangan wisatawan dari luar daerah ke Purbalingga. Selain itu, pedagang khususnya para pedagang  hewan yang biasa masuk ke Purbalingga juga dilarang.

"Untuk menjaganya, nantinya ada Tim Gabungan Satgas Covid-19 yang menjaga perbatasan," kata Bupati.

Baca juga: Untuk Memastikan Aman, Bupati Purbalingga Siap Divaksin Pertama

Menurutnya, meski ada pelarangan pedagang dari luar daerah, tetapi tempat wisata dan pasar masih tetap buka seperti biasa.

"Pasar dan obyek wisata hanya melayani warga lokal saja. Tidak hanya itu, di lokasi wisata dan pasar, Satgas Covid-19 juga disiagakan. Bahkan, tidak hanya dari Satpol PP, TNI dan Polri saja, melainkan juga melibatkan ormas. Tujuannya adalah untuk memantau dan mengawasi warga agar tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat," ujarnya.

Menurutnya, selama masa PPKM yang berlangsung pada 11-25 Januari, pengelola wisata dilarang memberikan promosi seperti tiket gratis atau diskon. Selama masa itu juga, jumlah pengunjung obyek wisata dibatasi.

"Pengunjung ke obyek wisata maksimal hanya 40% dari kapasitas yang ada. Jadi pengunjung dibatasi dan prokes juga diperketat," imbuhnya.

Seluruh aturan, kata Bupati, nantinya akan termuat dalam surat keputusan Bupati Purbalingga. Bahkan, untuk sanksi juga bakal diberlakukan secara ketat.

"Misalnya untuk pengelola wisata, pertokoan, pengelola warung makan dan kafe. Jika sebelumnya peringatan sampai tiga kali, maka selama masa PPKM hanya sekali saja diperingatkan. Kalau masih tetap nekat, maka akan dilakukan eksekusi dengan menutup," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/HO

Kendalikan Inflasi, Pj Wali Kota Banda Aceh Sidak Pasar Tradisonal Terbesar

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 19:29 WIB
Pergerakan harga, sambung Bakri, harus direspons dengan operasi pasar pada pekan depan. Ia memproyeksikan harga dan stok barang bisa stabil...
MI/HO

Bupati Freddy Dorong KKST Hidupkan Sektor Pertanian dan Perikanan di Kaimana

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 19:12 WIB
Freddy mengatakan, kolaborasi membangun perekonomian sejalan dengan Presiden Jokowi dalam Rakor dengan...
MI/VOUCKE LONTAAN

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto Serahkan Dana Siap Pakai Pasca Bencana di Manado

👤Voucke Lontaan 🕔Minggu 29 Januari 2023, 17:27 WIB
Gubernur Sulut Olly Dondokambey, memaparkan warga yang terdampak banjir dan tanah longsor sebanyak 313 kepala keluarga dan 9.382...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya