Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
WILAYAH Bali akan dipercantik dengan pembangunan fasilitas Pelabuhan Sanur. PT Hutama Karya (Persero) menargetkan pembangunan tersebut selesai pada pertengahan 2022.
Sebelumnya, proses tender proyek infrastruktur milik Kementerian Perhubungan telah dimenangkan perseoran pada November 2020. Kemudian, memulai tahap peletakan batu pertama pada Sabtu (12/12) lalu.
“Saat ini, Bali masih menjadi destinasi utama wisata bagi turis lokal maupun internasional. Pelabuhan Sanur mengakomodir kebutuhan turis di masa mendatang," ujar Direktur Operasi II Hutama Karya Novias Nurendra dalam keterangan resmi, Jumat (18/12).
Baca juga: Bali Terima Dana Hibah Pariwisata Rp1,183 Triliun
Konstruksi fasilitas Pelabuhan Sanur Denpasar, Bali, akan memakan waktu selama 560 hari kalender. Diperkirakan rampung kurang dari dua tahun mendatang.
Lebih lanjut, Novias menjelaskan bahwa pelabuhan itu menjadi salah satu objek vital di Kota Denpasar. Sebab, merupakan tempat penyeberangan bagi kapal kecil ke pulau sekitar Bali. Misalnya, Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan, serta Pulau Gili Terawangan di NTB.
"Pelabuhan Sanur juga harus memiliki aksesibilitas yang baik untuk menghubungkan daerah belakang pelabuhan (hinterland) dengan area ke pelabuhan,” ungkap Novias.
Baca juga: Pemerintah Yakin Pelabuhan Patimban Tekan Biaya Logistik
Hutama Karya akan melakukan joint operation (JO) dengan PT Sumber Bangun Sentosa serta PT Virama Karya (Persero). Dalam hal ini, Hutama karya memiliki porsi sebesar 60%.
Paket pekerjaan konstruksi yang digarap Hutama-Bangun-Virama KSO mencakup design and build. Termasuk, pembangunan struktur pelindung pantai dengan jenis Rubble Mound Breakwater, pembangunan dermaga apung, serta pembangunan fasilitas darat pelabuhan, yakni terminal dan pos jaga.
"Ada beberapa tantangan yang akan kami hadapi dalam pengerjaannya. Seperti, risiko proyek yang cukup tinggi, diperlukannya teknologi tinggi dan peralatan yang didesain khusus," pungkasnya.(OL-11)

Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan.
Transformasi ini tidak hanya mencakup perubahan nama, tetapi juga peluncuran logo baru yang memvisualisasikan semangat sinergi dalam ekosistem pelabuhan dan rantai pasok nasional.
Akibat produktivitas bongkar muat yang menurun di beberapa jalur pelabuhan, pemilik kapal dan pengguna jasa pelabuhan mengeluh lantaran biaya operasional mereka melonjak.
JICT mengoperasikan dua side loader electric vehicle (EV) dan dua reach stacker EV sebagai upaya memperkuat modernisasi peralatan dan menjawab tantangan kinerja terminal pelabuhan.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved